Warso Bengkel ‘Lillahita’ala’ Sukarami Palembang

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Perawakanya pendek, tinggi sekitar 120 centimeter, tetapi akalnya panjang jauh melebihi postur badannya. Pendidikan tidak tamat sekolah rakyat. Namun keahliannya di bidang perbengkelan khusus mobil cukup mumpuni. Belajar secara otodidak. Pengalamannya sudah 37 tahun.

Inilah profil Warso (63), seorang tehnisi sederhana, lugu, dan lucu. Pelanggannya tua maupun muda, antre datang ke benggkelnya di Jalan Kebun Bunga Lorong Mekar Sari Kecamatan Sukarami Palembang. Setiap hari orang datang meminta bantuannya. Orang ingin agar Warso, cukup mendengarkan bunyi suara mesin mobilnya. Bagi bapak tiga anak dan lima cucu ini, ia dapat menentukan dimana kerusakan mesin.

Anak dan menantu Pak Warso yang selalu membantunya di bengkel.

Kalau kita datang ke bengkelnya jangan ditanya soal upah kerja dia. Yang penting semua suku cadang dianjurkannya beli sendiri, tidak mau memberatkan keuangan pelanggan. Baru soal upah bisa kompromi dirundingkan, agar tidak merobek kantung.

Cita-cita hidupnya ingin membahagiakan orang lain dengan menyervis mobil semakin bagus, murah, jujur, dan berdaya guna. Soal tarif harga perbaikan mesin mobil untuk kerusakan ringan, sedang maupun berat tidak mencekik leher bisa berdamai menggunakan sistem syariah.

Bayaran ikhlas dan berapa adanya merupakan makanannya sehari-hari. Pelanggannya cukup banyak datang dan pergi, namun sayang Warso tetap miskin. Rumah mengontrak dan berpindah tempat. “Sepeda motor pun tidak punya,” ujarnya.

Meskipun begitu, bagi Warso pendidikan anak sangat diutamakannya hingga ke jenjang perguruan tinggi. Mereka sudah bekerja sebagian ikut ayahnya.

Syahrial (61), salah seorang pelanggan tetap bengkel Warso mengatakan, pekerjaan Warso bagus dan sangat bertanggungjawab. “Malah saya sering kasihan memberikan upah di atas permintaannya,” ujar ustadz mantan karyawan Pertamina ini.

Menurut Warso, keahlian yang dia miliki sesuai dengan panggilan jiwanya. Keahlian bengkel mobil merupakan satu-satunya ilmu yang dapat dipercaya untuk membiayai hidup masa depan bersama keluarganya, sambil kita beramal,” sambungnya.

Ambisinya yang mungkin tidak ada pada orang lain adalah, ingin mendirikan pabrik mobil sendiri. Ia membutuhkan banyak uang untuk modal. Bulan depan bengkelnya yang merangkap sebagai tempat tinggalnya akan pindah tidak berapa jauh dari Jalan Kebun Bunga Sukarami Palembang. (*)

Teks/editor: maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait