Pers Confrence RS.AR Bunda Lubuklinggau Tidak Spesifik Bahas Kematian Danil

SWARNANEWS.CO.ID, LUBUKLINGGAU | Manajemen Rumah Sakit AR BUNDA (RS Ar Bunda) Lubuklinggau mendadak melakukan press Confrence atau siaran pers, Rabu, 09/9/2020.

Anehnya siaran pers dengan mengundang cukup banyak awak media yang biasa melakukan liputan berita di Kawasan Musi Rawas, Lubuklinggau dan Musirawas Utara (MLM) itu tidak spesifik membahas atau paling tidak menyebutkan persoalan meninggalnya pasien atas nama M Danil (58).

Mendiang M.Danil adalah seorang warga Desa Padang Titiran, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan. Sempat dirawat dan meninggal dunia saat berada dalam ruangan isolasi RS Arbunda Lubuklinggau, 31/8/2020 lalu. Kematian Danil divonis sebagai pasien yang terpapar virus Corona atau COVID-19.

Sementara keyakinan Suriyati (57) yaitu istri almarhum M Danil, juga putra dan putri berikut keluarga besarnya mendiang Danil bukanlah pasien terpapar Covid-19 sebagaimana yang telah divonis RS Ar Bunda.

Siaran pers yang berlangsung hampir satu jam itu justeru diawali dengan sosialiasi mengenai virus Corona serta protap pihak RS Ar Bunda dalam menangani pasien yang diduga atau sudah terkonfirmasi terpapar Covid-19, oleh Direktur RS Arbunda Lubuklinggau dr. Sarah. Turut mendampingi penasehat hukum Andika Wira Kusuma, SH.

Setelah dr. Sarah menyampaikan paparannya giliran dr Jeanita A Purba dari tim pelaksana gugus tugas Covid-19 Kota Lubuklinggau diminta untuk menyampaikan paparan yang juga sifatnya sosialiasi edukasi mengenai Covid-19 dan juga membacakan sejumlah peraturan perundang-undangan terkait hak dan kewajiban fasilitas kesehatan termasuk rumah sakit serta hak dan kewajiban pihak pasien.

Sehingga tidak sedikit awak media yang diundang hadir dalam Pers Confrence bertanya-tanya apa sesungguhnya yang melatarbelakangi siaran pers dari RS Ar Bunda tersebut.

“Nah kan lumayan dapat pelajaran mengenai Covid-19”, sindir E, salah satu awak media cukup senior dan eksis di Kawasan MLM.

Ada pula beberapa jurnalis yang mempertanyakan sebetulnya apa yang sedang dilakukan pihak Ar Bunda dengan mengundang begitu banyak wartawan.

“Ya, tak jelas maksudnya apa. Kalau sekedar mau sosialiasi protap dan sejumlah peraturan perundangan terkait layanan kesehatan, termasuk soal Covid-19 tidak harus demikian caranya. Toh para wartawan selalu update mengenai informasi virus Corona. Apalagi situasi saat ini sangat tidak dianjurkan melakukan kerumunan banyak orang. Terlebih lagi di pusat pelayanan kesehatan seperti RS Ar Bunda”, ungkap Aw salah satu wartawan media online di Lubuklinggau.

Para wartawan sebetulnya menunggu klarifikasi pihak RS Ar Bunda terkait kematian pasien M Danil beberapa waktu lalu. Sebab pihak keluarga pasien tersebut mempertanyakan hal apa yang menjadi dasarnya sehingga Danil divonis penderita Covid-19.

Korwil Sumatera LSM GEMPITA yang juga anak angkat almarhum M Danil, Dahli Saptini.

Terpisah Korwil Generasi Muda Peduli Tanah Air (GEMPITA), Dahli Saptini dalam kapasitasnya sebagai pendamping keluarga mendiang M. Danil, kepada sejumlah awak media mengaku tetap akan menempuh jalur hukum.

“Ya sepanjang pihak RS Ar Bunda tidak memenuhi permintaan Kami untuk menjelaskan secara utuh, jujur dan terbuka terkait kronologis dan dasarnya memvonis Ayahanda M Danil sebagai pasien positif Covid-19 pasca ayah Kami meninggal dunia. Maka Kami akan terus berjuang untuk mengungkapnya. Termasuk menempuh jalur hukum”, papar Dahli dengan tegas.

Dahli juga mengatakan Ia sebagai anak angkat almarhum M Danil dan juga sebagai aktivis LSM GEMPITA menolak status vonis Covid-19 terhadap keluarganya itu.

Adapun dasar penolakannya lanjut Dahli, pertama M Danil dan keluarga memang memiliki riwayat penyakit asma. Sebelum dirawat di RS Ar Bunda, ayahnya sudah dirawat di RSUD Empat Lawang dan dilakukan rapid test dengan hasil terkonfirmasi non reaktif.

“Perawatan di RSUD Empat Lawang hanya rawat jalan karena ayah sudah merasa sehat dan minta dibawa pulang. Lalu sorenya kambuh lagi, sebagai pertolongan awal kami membawa ayah Danil ke salah satu klinik di Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang. Hasil pemeriksaan dokter di klinik itu ayah mengalami gangguan jantung. Lantaran alat dan fasilitas kesehatan kurang memadai maka ayah Danil dirujuk ke RS Ar Bunda Lubuklinggau”, papar Dahli.

Masih kata Dahli perjalanan dan aktivitas berobat ayah angkatnya itu baik di RSUD Empat Lawang maupun di salah satu klinik kesehatan dalam kawasan Kecamatan Pendopo dilakukan sepanjang hari dari pagi hingga petang tepatnya pada 30/8/2020.

Kemudian setelah mengantongi rujukan dari klinik kesehatan di Pendopo pihaknya membawa M Danil berobat ke RS Ar Bunda Lubuklinggau. Setibanya langsung masuk ke UGD selama kurang lebih satu jam.

“Setelah satu jam ayah Danil dirawat di UGD, pihak RS Ar Bunda menyampaikan bahwa seluruh ruangan perawatan penuh maka pasien M Danil ditawarkan masuk ruangan isolasi. Betul kami melakukan persetujuan dan bersepakat dengan pihak RS Ar Bunda untuk bersedia Ayah Danil dimasukkan ke dalam ruangan isolasi. Syaratnya ibu Kami, Suriyati harus ikut masuk dan terus mendampingi pasien dan itu disetjui oleh RS Ar Bunda”, kata perempuan yang juga Ketua DPD GEMPITA Kabupaten Musi Rawas.

Selama M Danil berada di dalam ruangan isolasi RS Ar Bunda menurut Dahli dan keluarga, Suriyati selalu mendampingi pasien. Bahkan pasien M Danil saat itu tidak jarang rebahan dalam pelukan istrinya Suriyati.

Pengakuan Suriyati sendiri saat ditemui wartawan Swarnanews.co.id, Minggu, 06/9/2020 di kediamannya Dusun I Desa Padang Titiran Kecamatan Talang Padang Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan, Ia tidak pernah tinggalkan pasien yaitu mendiang suaminya selama berada di ruangan isolasi RS Ar Bunda.

Suriyati juga memastikan tidak ada atau belum pernah dilakukan tindakan rapid test maupun Swab test atas suaminya.

“Memang ada kami usulkan tapi tim dokter dan perawat RS Ar Bunda mengatakan tidak ada layanan rapid dan swab test pada malam hari. Maka direncanakan keesokan harinya akan dilakukan pengecekan atau rapid dan swab test. Tapi takdir berkata lain suami saya Pak M Danil menghembuskan napas terakhirnya pada 31/8/2020 sekira pukul 05.05 WIB”, ungkap Suriyati dengan mata berkaca-kaca.

Pihak RS Ar Bunda melakukan tindakan protokol Covid-19 terhadap jenazah M Danil. Tapi Suriyati mengaku dengan keyakinan tinggi suaminya bukanlah pasien yang terpapar virus Corona.

“Bahkan saya peluk dan saya cium suami saya saat jelang ajalnya”, tutur Suriyati

Setibanya jenazah M Danil di kediamannya di Desa Padang Titiran banyak keluarga, kerabat dan warga menyambutnya. Prosesi pemakaman mendiang M Danil dilaksanakan secara biasa tidak dengan protokol Covid. Tak ada pihak dari Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang yang hadir.

Pasca pemakaman almarhum M Dani keluarga dihebohkan dengan status penderita Covid-19. Sehingga Suriyati bersama putra dan putri berikut puluhan orang yang memiliki riwayat kontak langsung termasuk saat memandikan, mengkafani dan memakamkan Danil berinisiatif melakukan rapid dan swab test di RSUD Empat Lawang.

Hasilnya sebagai mana sudah dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, melalui Laboratorium Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang, semua kerabat yang memiliki riwayat kontak langsung dengan mendiang M Danil dinyatakan negatif dari Covid-19.

“Termasuk saya dan anak-anak”, tutup Suriyati.

Teks dan editor : Tim

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait