Kapolda Sumsel Gelar Pertemuan dengan Pimpinan Perusahaan Cegah Peredaran Narkoba

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri S., melaksanakan Coffee Morning bersama para pimpinan perusahaan. Dalam rangka pencegahan penyalahgunaan peredaran Narkoba di Lingkungan Perusahaan bertempat di Ruang Promoter Lantai II Mapolda Sumsel, Jum’at (11/09/2020).

Adapun kegiatan ini mengundang perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pertambangan di Sumsel. Tentu saja mengajak para pimpinan perusahaan tersebut untuk duduk bersama berdiskusi menyangkut topik pembahasan bagaimana mencegah maraknya peredaran narkoba di Sumatera Selatan.

Adapun 18 perusahaan yang hadir dalam kegiatan ini yaitu:
1. PT. RAS
2. PT. BAMA
3. PT. SMS
4. PT. SINAR EMAS
5. PT. TJ. ENIM LESTARI
6. PT. LONSUM
7. PT. GUTHRIE
8. PT. PINAGO UTAMA TBK
9. PT. SAMPOERNA ARGO TBK
10. PT. BUKIT ASAM TBK
11. PT. MUSI HUTAN PERSADA
12. PT. BUMI MEKAR HIJAU
13. PT. MUSI RAFI PAPER
14. PT. BUMI ANDALAS PERMAI
15. CV. PILAR UTAMA PALEMBANG
16. PT. PERTAMINA RU III
17. PT. PUSRI
18. PT. MUARA KELINCI

Kapolda mengucapkan terimakasih atas kehadiran para pimpinan perusahaan di Polda Sumsel untuk berdiskusi bersama.

“Walaupun saat ini kita masih dalam pandemi covid-19, Alhamdulillah kita masih diberikan kesehatan. Lebih kurang selama 4 bulan saya memimpin Polda Sumsel tentu saja saya berupaya melakukan perbaikan dan mengamati apa saja kendala-kendala yang paling mendasar dihadapi, dan menjadi permasalahan di wilayah Sumsel ini. Salah satunya yang saya amati adalah permasalahan narkoba yang berdampak luar biasa yang berpengaruh terhadap produktivitas SDM (Sumber Daya Manusia) yang kita miliki,” ujarnya.

Permasalahan narkoba ini bukan hanya dirasakan di daerah perkotaan saja. Akan tetapi sudah masuk ke daerah pedesaan. konteksnya pun bukan pada orang dewasa saja bahkan anak-anak kecil pun saat ini sudah terkena penyalahgunaan narkoba. Dan kondisi ini sangat memprihatinkan kita semua.

“Peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Sumsel juga disebabkan oleh faktor lingkungan yang memberikan pengaruh yang sangat besar sehingga kita butuh pengawasan yang ekstra terutama dari keluarga atau masyarakat sekitar agar dapat mencegah hal tersebut tidak terjadi di lingkungannya masing-masing.ma

Aparat Kepolisian akan melakukan berbagai macam upaya agar peredaran narkoba tidak marak di wilayah Sumsel. Dengan mengajak seluruh unsur terkait bekerja sama melakukan tindakan pengawasan terutama di akses atau jalur masuk ke Sumsel yang berada di wilayah terpencil yang harus benar-benar diperhatikan. Untuk itulah, Kapolda mengajak untuk duduk bersama berkomitmen bahwa narkoba ini adalah musuh kita bersama.

Jangan sampai nantinya para pegawai atau SDM (Sumber Daya Manusia) yang kita miliki diperusahaan tersebut terkena dan terlibat oleh penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Ini akan memberikan dampak yang buruk bagi kinerja pegawai dan perusahaan, yang tadinya pegawai tersebut memiliki skill, kompetensi serta tanggung jawab yang baik justru akan terkontaminasi ke hal – hal negatif yang berujung nantinya ke tindakan kriminalitas akibat pengaruh narkoba. Inilah yang tidak kita inginkan bersama dan jangan sampai terjadi diperusahaan yang bapak ibu pimpin, imbuhnya.

“Beberapa pekan terakhir saya juga mengajak Personil Polda Sumsel untuk membuat surat pengakuan dosa. Apabila personil pernah melakukan penyalahgunaan narkoba untuk mengakuinya dan saya membuat program “Mang Pedeka Jero” untuk memberikan kesadaran dan membangkitkan semangat para personil untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba agar para personil dapat produktif kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Semoga acara coffee morning ini dapat menjadi wadah kita untuk bertukar informasi saling memberikan kritik dan saran menyatukan komitmen untuk bersama-sama memberantas peredaran narkoba di wilayah sumsel dalam upaya menciptakan kondisi kamtibmas yang kondusif. (*)

Teks: rilis
Editor: maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait