Kepala BPH Migas Kunjungi Sub. Penyalur di Ogan Ilir

BBM Subsidi Harus Tepat Sasaran

Swarnanews.co.id Ogan Ilir – Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa dan Tim BPH Migas didampingi SBM III Sumbagsel PT. Pertamina (Persero) M. Revi Renaldhi melakukan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan dalam rangka menjalankan Fungsi Pengawasan sektor Migas. Salah Satu agenda Kunjungan Kerja di Ogan Ilir tersebut yakni pertemuan dengan Sekda Ogan Ilir, M. Badrun Priyanto didampingi Asisten I Muhsin Abdullah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dicky Syailendra dan para pejabat lainnya di Kantor Bupati dan dilanjutkan Kunjungan Lapangan ke 2 Sub. Penyalur serta 1 SPBU Mini (21/09/20).

1. Sub. Penyalur Jl. Raya Provinsi, Simpang Tapa, DS. Meranjat I, Kec. Indralaya

2. Sub. Penyalur Jl. Merdeka Simpang 4 Cinta Manis, Desa Serikembang III, Kec. Payaraman

3. SPBU Mini 25.306.02 Jl. Merdeka, Desa Tanjung Batu, Ogan Ilir.

Isu utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut yaitu Ketersediaan dan Pendistribusian Jenis BBM tertentu (solar subsidi) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (Premium), implementasi Pembangunan Sub. Penyalur, Penyalur mini dan implementasi jaringan Gas Bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil.

Saat ini hanya Ogan Ilir yang sudah mempunyai Sub Penyalur di wilayah Sumbagsel. BPH Migas meminta PT. Pertamina dan pemerintah daerah agar bersama-sama mengawasi pendistribusian BBM khususnya JBT Minyak Solar agar tepat sasaran.

Pada Pertemuan tersebut Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa menyerahkan SK Ka BPH Migas tentang Kuota Jenis BBM Tertentu (JBT) atau solar subisidi dan Jenis BBM Khusus Penugasan (Premium) Tahun 2020 untuk Kab. Ogan Ilir kepada Sekda Ogan Ilir, M. Badrun Priyanto. Kuota JBT yang ditetapkan oleh BPH Migas tahun 2020 sebanyak 21.671 KL, turun 4.412 KL (16,9%) dari kuota tahun 2019 sebesar 26.083 KL karena realisasi tahun 2019 hanya 87,51% dari kuota. Sedangkan kuota JBKP tahun 2020 20.243 KL, naik 3.313 KL (19.57 %) dengan kuota tahun 2019 sebesar 16.930 KL karena realisasi tahun 2019 mengalami overkuota (realisasi 105%).

Tekait pertashop di wilayah Ogan ilir direncanakan akan dibangun di 2 titik lokasi. yaitu:
1) Kecamatan Rambang Kuang
2) Kecamatan Lubuk Keliat

Diharapkan Pertashop dapat memenuhi kebutuhan di wilayah Kabupaten Ogan Ilir yang belom terdapat Penyalur/SPBU.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa pada konferensi pers menyampaikan “Sub. Penyalur adalah salah satu solusi bagi wilayah yang jauh dari penyalur (SPBU) saya datang kesini untuk melakukan pengecekan langsung agar Sub penyalur beroperasi sesuai aturan yg berlaku, bila tidak sesuai bisa kita sanksi”, pungkasnya.

Ifan juga berharap pemerintah daerah bekerja sama dengan Investor atau Organisasi Masyarakat untuk membangun Sub. Penyalur lain agar dapat mendorong perekonomian masyarakat,

Untuk Jargas, sampai tahun 2019 di Ogan Ilir sudah terpasang jaringan gas sebanyak 3725 SR dan tambahan yang sedang dalam tahap pembangunan tahun 2020 sebanyak 4046 SR dimana seluruhnya dibangun dengan anggaran APBN. BPH Migas mendorong pembangunan jaringan gas baik untuk rumah tangga maupun pelanggan kecil di Ogan Ilir karena harganya yang lebih rendah apabila dibandingkan dengan LPG. Harga gas di Ogan Ilir untuk RT1/PK1 (Rp.4250.-/m3) setara dengan Rp17.000/3 kg LPG, sedangkan RT2/PK2(Rp.6000.-/m3) setara dengan Rp.95.760.-/12kg LPG. Sebagai perbandingan data harga LPG Pasar Ogan Ilir pada saat penetapan, harga LPG 3Kg Rp.5.013,-/m3 setara 20.000 /3Kg LPG dan harga LPG 12Kg Rp 10.025,-/m3 setara dengan Rp.160.000/12Kg LPG.

Teks/Editor: Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait