Sidang Lanjutan Anak Gugat Ibu Kandung, Digelar Secara Manual Minggu Depan

SWARNANEWS.CO.ID, BANYUASIN | Sidang anak menuntut ibu kandung terkait harta warisan, di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Balai Banyuasin, digelar, Selasa (22/9/2020).

Tuntutannya yakni, pembatalan pengoporan jual beli tanah antara nenek dan cucu. Sidang yang diketua oleh Majelis Hakim M Alwi SH, anggota Erwin Tri Surya Anandar SH, dan Ayu Cahyani Sirait SH menyebutkan, untuk menjawab isi gugatan dari para penggugat itu, sidang di lakukan dengan pembacaan gugatan dari para penggugat.

Namun sebelumnya, ucap Alwi, ditanyakan dulu kepada para penggugat dan tergugat karena perkara ini dilakukan secara virtual atau manual, Anda akan datang ke pengadilan seperti biasa.

“Yang saya tawarkan kepada tergugat dan turut tergugat, apakah sidang akan diajukan secara virtual atau tetap secara manual,” kata Alwi saat memimpin persidangan anak menuntut ibu kandung terkait warisan, Rabu (23/9/2020).

Jika dilakukan secara virtual tutur Alwi, penggugat dan tergugat harus menggunakan aplikasi record. Dan nanti jawabannya harus dikirim sesuai jadwal persidangan melalui aplikasi record dalam bentuk file.

Dari tawaran persidangan di masa pandemi Covid – 19, tergugat tetap memilih sidang secara manual.

“Untuk jawaban dari tergugat dibuat secara tertulis karena gugatannya juga dibuat secara tertulis. Dan untuk mengajukan jawaban kita berikan waktu satu minggu,” ungkap Alwi yang langsung bertanya kepada tergugat terkait kesiapan jawaban apakah cukup waktu seminggu.

Masih kata Alwi, apabila sudah dinyatakan siap menjawab dan sidang ditunda. “Dan akan kita lanjutkan pembacaan jawaban dari para tergugat, yang kita lakukan secara manual pada tanggal 29 September 2020.”

“Sidang dilanjutkan Minggu depan dengan mendengarkan jawaban tergugat,” tutur Alwi seraya mengetuk palu persidangan tanda sidang ditutup.

Sementara itu, kuasa hukum dari penggugat Tara Febri Ramadan SH MH dan Martha SA Hutabarat SH MHP mengatakan, tuntutan klien mereka hanya ada satu poin. Yaitu pembatalan pengoporan jual beli antara nenek dan cucu.

“Di sini kita bicara tuntutan, jadi tuntutan hanya satu, pembatalan pemindahan jual beli antara nenek dan cucu,” kata Tara dan kita akan menunggu jawaban dari tergugat.

Sedangkan, Heriyanto SH, selaku kuasa hukum tergugat mengatakan, minggu depan dirinya akan menjawab apa isi dari gugatan dari para penggugat. Pihaknya butuh waktu satu minggu untuk menjawab.

“Ya sudah kita ketahui apa yang mereka gugat dan nanti jawabannya bisa ditunggu seminggu lagi,” singkat Heriyanto yang menanggapi dingin persoalan keluarga besar Hj Damina. (*)

Teks : Nasir
Editor : Maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait