Hak dan Kewajiban Terhadap Allah dan Rasul-Nya

Oleh Albukhori, S.Ag
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas

 

SWARNANEWS.CO.ID | Sesungguhnya Allah Tabaaraka Wa Ta’ala (yang banyak berkahnya lagi Maha Luhur)  telah menciptakan dan menyempurnakan berbagai nikmatnya pada Kita baik lahir maupun batin. Tidaklah Kita sadari, sesungguhnya awal dari Kita hanyalah setetes air (mani) yang memancar kerahim ibu atas curahan nikmat serta rahmat Rabb. Kita lahir dari kandungan ibu,  sehingga Menjadi anak manusia yang sempurna. Allah menganugrahi lisan sehingga  dapat berbicara, telinga sehingga dapat mendengar, mata sehingga dapat melihat dan akal sehingga dapat membedakan yang baik dan buruk.

Sesuai dengan firman-Nya:

“Dan Allah telah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.” (QS. An Nahl: 78)

Allah yang telah memberi berbagai nikmat dan anugerah serta kebaikan dari sisi-Nya dan Dia pula yang berkuasa mencabut kembali segala nikmat, anugerah dan kebaikan bila melakukan perbuatan yang menyebabkan murka-Nya.

Kewajiban yang pertama tehadap Allah yang Maha Luhur dalam segala hal adalah mengetahui sifat-sifa-Nya yang sempurna, dan bersungguh-bersungguh dalam taat pada-Nya dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjahui larangan-Nya.

Hendaklah meyakini dengan teguh dan mantap bahwa yang dipilih buat diri sendiri.

Kewajiban yang kedua Jangan mengikuti hawa nafsu mengerjakan sesuatu yang tidak berguna, dan taat pada makhluk, baik mulia ataupun hina (dalam pandanganmu) sehingga menghalangi diri untuk taat dan beribadah pada Rabb.

Sebagaian dari kasih sayang Allah kepada para hamba-Nya ialah dengan mengutus beberapa orang rasul “alaihimussalaatu wasallam” (semoga rahmat dan salam dicurahkan kepada para utusan), untuk memberi petunjuk kepada manusia dalam melaksanakan ibadah dan urusan dunia mereka. Rasul terakhir sebagai penutup ialah Muhammad bin Abdillah bin Abdil Muthalib berkebangsaan Arab dari Bani Hasyim Shallahu alaihi wasallam (semoga rahmat dan keselamatan selalu dicurahkan pada beliau).

Kewajiban yang ketiga mentaati perintah rasul Allah yang mulia  seperti menaati perintah-perintah Allah.

Sebagaimana firman Allah :

“Hai orang-orang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul serta ulil amri (pemimpin) diantaramu.” (QS. An Nisa’: 59).

“Barangsiapa yang taat pada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan barangsiapa yang bepaling niscaya akan diadzab-Nya dengan adzab yang pedih.” (QS. Al Fath: 17).

Rasulullah saw. Tidak pernah berbicara mengikuti hawa nafsunya, setiap perintah dan larangannya adalah berdasarkan wahyu Allah. Karena itu taat kepada Rasulullah merupakan bagian ketaatan kepada Allah yang Maha Bijaksana:

Sebagaimana Firman Allah :

“Katakanlah, jika kamu mencintai Allah, maka ikutillah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (QS. Ali Imran: 31).

Tidak sempurna iman seseorang sebelum cintanya pada Allah dan Rasul-Nya melebihi kecintaanya terhadap segala sesuatu selain Allah dan Rasul-Nya.

Rasulullah saw. Telah bersabda: ”Tidaklah sempurna iman seseorang diantara kamu sekalian, sehingga diriku lebih dicintainya daripada orang tua dan anak kandungnya serta umat manusia seuruhnya.“ (Hadist Riwayat Iman Ahmad, Bukhori, Nasai, Ibnu Majah, dari Anas bin Malik ra.)

Semoga bermanfaat.

Allahu a’lam bishshowab.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait