Gugatan Cerai Naik Tiga Kali Lipat

SWARNANEWS.CO, PALEMBANG – DPD Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI) Provinsi Sumsel menggelar dialog interaktif bertema “Perlindungan Perempuan Terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga di masa Pandemi Covid 19” di aula DPRD Provinsi Sumsel, Jumat (25/9/2020) kemarin.

Hadir sebagai narasumber Direktur WCC Yenny Roslaini Izi, Ketua DPC Peradi Palembang Nurmala SH MH, Pakar Hukum Pidana Dr Sri Sulastri SH Hum, dan Kasubdit IV Polda Sumsel Kompol Rudi Leo.

Direktur WCC Yenny Roslaini Izi mengatakan, kekerasan pada perempuan itu terjadi karena banyak faktor, diantaranya komunikasi yang tidak lagi baik terutama soal ekonomi. Sehingga berimbas pada pola pikir untuk apa mempertahankan keluarga.

“Yang menggugat cerai itu rata rata perempuan. Di masa pandemi ini memang terjadi kenaikan tiga kali lipat gugatan cerai, nantinya bisa dicek di pengadilan agama,” ujarnya.

Selain itu, faktor lainnya yang membuat kenaikan itu karena pandemi Covid-19 di bulan Maret, April, Mei di sebabkan pengadilan agama tidak melayani gugatan di pengadilan sehingga menumpuk.

” Akibat menumpuk berimbas di bulan berikutnya gugatan perceraian sehingga naik drastis tiga kali lipat. Seperti pengaduan di WWC,” jelasnya.

Sementara Ketua KPPI Sumsel Anita Noeringhati, KPPI Sumsel menginisiasi acara ini dengan mengumpulkan beberapa narasumber untuk sharing terkait kekerasan terhadap perempuan.

“Tadi telah disampaikan oleh para narasumber dan saya sangat prihatin bahwa angka perceraian naik secara signifikan di masa pandemi Covid-19.
Rata-rata faktor pemicu soal ekonomi, kekerasan dan perselingkuhan,” ujarnya.

“Perempuan bukan sebagai hiasan dan pelengkap, namun perempuan seorang pejuang untuk ibu rumah tangga dan mencari nafkah. Perempuan harus kuat dan mandiri,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait