BNN Kota Lubuklinggau Sosialisasi Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika

SWARNANEWS.CO.ID, LUBUKLINGGAU | Selama dua hari, Selasa dan Rabu (29-30/9) Badan Narkotika Nasional Kota Lubuklinggau mengadakan Sosialisasi Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui Media Zoom Meet yang diikuti oleh Perwakilan Kesiswaan Sekolah Menengah Atas, Perwakilan Bagian Kemahasiswaan Perguruan Tinggi se Kota Lubuklinggau, dan undangan lainnya.

AKBP Himawan Bagus Riyadi, S.Si., Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Lubuklinggau didampingi Maradi Yuhfan, SH., Selaku Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Lubuklinggau, menyampaikan bahwa Sekolah dapat berperan sebagai Counseling Agency dengan memaksimalkan peran guru-guru Bimbingan dan Konseling (BK) dan mengembangkan berbagai bentuk program pelatihan, dengan target yang terukur dan tahapan yang realistis. Kegiatan dapat dilakukan dengan cara Menanamkan Kesadaran, Memberi Informasi dan Pemahaman, Menumbuhkan Sikap Kritis dan Membangun Kemandirian.

Sekolah, khususnya guru BK, dapat menjadi fasilitator untuk mendorong partisipasi aktif semua pihak dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Pihak sekolah dapat memfasilitasi para orang tua, tokoh agama (toga), tokoh masyarakat (tomas), tokoh pendidikan (topen), dan tokoh pemerintahan (topem) untuk berpartisipasi aktif dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar sesuai kompetensi dan kapasitas masing-masing. Pihak sekolah perlu berperan aktif dan mengambil inisiatif untuk mengadvokasi mereka, dengan cara mendampingi, membantu, melindungi dan membela mereka agar tidak kalah atau gampang menyerah ketika mendapat ancaman dan jebakan yang mungkin dibuat oleh para pengedar atau pengguna Narkoba.

Dengan netralitas dan objektifitas yang dimiliki, pihak sekolah dapat memediasi berbagai pihak yang terlibat dalam upaya-upaya pencegahan dan penanganan masalah penyalahgunaan Narkoba agar dapat diwujudkan upaya-upaya yang terpadu dan sinergis, yang diharapkan lebih efektif dan efisien. Dalam hal ini, pihak sekolah dapat bekerjasama dengan tokoh-tokoh pendidikan dan lembaga-lembaga yang relevan.

Peran Perguruan Tinggi Dalam Mendukung Program P4GN antara lain sebagai konseptor (Peran sebagai konseptor terlihat dalam berbagai aktivitas ilmiah yang dihasilkan menunjukkan kemampuan dalam mengaitkan konsep, teori dengan kebutuhan saat ini maupun untuk kebutuhan masa yang akan datang. Dalam hal ini perguruan tinggi mampu melakukan berbagai kajian dan penelitian untuk menyusun apa yang diperlukan masyarakat saat ini dan di masa yang akan dalam menghadapi perkembangan penyalahgunaan narkoba yang semakin meningkat jumlah dan variasi penggunanya dari tahun ke tahun), sebagai innovator (Peran sebagai inovator menunjuk pada kemampuan perguruan tinggi untuk memunculkan gagasan-gagasan baru yang diperlukan saat menyusun konsep konsep yang diperlukan untuk kebutuhan masyarakat saat ini maupun saat yang akan datang dalam melakukan pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba. Gagasan gagasan baru ini bisa muncul sebagai basil kajian, penelitian dan pengembangan atau pendampingan kepada masyarakat), sebagai evaluator (Peran sebagai evaluator tampak dalam kegiatan penelitian, terutama penelitian terapan yang dikaitkan dengan berbagai masalah sosial ataupun dampak pembangunan. Melalui kajian maupun penelitian ini perguruan tinggi dapat melakukan analisis dan evaluasi terhadap berbagai masalah sosial yang berkaitan dengan bahaya penyalahgunaan narkoba atau dampak upaya-upaya yang pernah dilakukan untuk melakukan penanggulangan bahaya penyalahgunaan narkoba. Hasilnya dapat merupakan bahan masukan bagi perguruan tinggi itu sendiri maupun pihak-pihak terkait dalam menyusun berbagai program pencegahan penyalahgunaan narkoba), sebagai Fasilitator (Peran sebagai fasilitator ditunjukkan oleh perguruan tinggi ketika memfasilitasi kegiatan kegiatan yang berhubungan dengan bahaya penyalahgunaan narkoba, misalnya melalui penyuluhan ke mahasiswa, mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba atau mendorong terbentuknya aktifitas dalam kampus, seperti halnya pengembangan pusat informasi dan konseling masalah penyalahgunaan narkoba), sebagai Advokat (Peran sebagai advokat atau pembela yang cenderung mengarah pada advokasi kelas (class advocacy) yang membela kepentingan masyarakat agar dapat terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Dalam hal ini perguruan tinggi dapat melakukan upaya-upaya untuk mendorong pihak-pihak terkait agar setiap kelompok masyarakat mendapat pelayanan yang sama dalam upaya pencegahan, mendorong para pembuat keputusan untuk peka terhadap kondisi-kondisi dan situasi yang dapat memberi peluang penyalahgunaan narkoba di masyarakat, mendorong pihak-pihak terkait agar mendukung partisipasi masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba, dan lain-lain).

Teks: Supriadi
Editor: Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait