BKKBN Suak Tapeh Banyuasin, Ikut Sosialisasi Cara Hadapi Covid-19

SWARNANEWS.CO.ID, BANYUASIN | Wabah virus corona (Covid-19) mengubah bentuk komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah, tak terkecuali BKKBN. Mengubah cara komunikasinya dengan penyuluhan atau petugas lapangan KB (PLKB) dan kader sukarelawan di seluruh Indonesia.

Seperti halnya yang dilakukan 1 orang PLKB PNS, 4 orang non PNS dan 44 Kader PPKBD dan Sub PPKBD, dengan selalu menyosialisasikan kepada masyarakat agar tetap mewaspadai wabah ini. Tetap pakai masker dan cuci tangan, dan mencegah putus KB saat Pandemi, serta memilih alat kontrasepsi sesuai kebutuhan.

“Meski penyebaran virus memaksa masyarakat untuk selalu jaga jarak, penyuluhan keluarga berencana (KB) harus tetap berjalan,” kata Darminto, selaku Korlap Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Kecermatan (BPKBK) Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin Selasa, (6/10/2020)

Menurut Darminto, di tengah pandemi Covid – 19, pihaknya harus bisa memanfaatkan waktu yang ada dengan berkerja dari rumah (work from home). Harus tetap aktif dan harus bisa hadir melalui berbagai media komunikasi yang ada. Untuk berkomunikasi dan menyampaikan program kepada masyarakat, misalnya melalui WhatsApp group.

Dia berujar, langkah strategis sebagai bagian tindakan pencegahan penularan Covid-19 terus dilakukan. Salah satu upayanya adalah mengubah perilaku masyarakat agar lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai bagian dari kebiasaan baru.

Salah satu program yang baru saja diluncurkan adalah “Kick off Sosialisasi Strategi Perubahan Perilaku Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19”. Program yang menyasar lapisan masyarakat bawah tersebut, menggerakan ribuan kader Badan Koordinasi Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Termasuk di dalamnya penyuluh KB dan Kader Genre.

“Dalam kick off yang dilakukan secara virtual pada Jumat (2/10/2020) tersebut, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, betapa sangat penting bahu-membahu, bergotong royong kementerian, badan dan lembaga negara yang pada akhirnya akan memiliki kekuatan besar untuk menanggulangi Covid-19 ini. “BKKBN sangat mendukung konsep di lapangan,” kata dia seraya menambahkan bahwa BKKBN bertugas mengubah perilaku masyarakat.

Dia menjelaskan, ada tiga segmen untuk penanganan Covid-19, yakni di hulu, tengah dan hilir. Di hulu ada program 3M yang sifatnya mencegah. Kemudian, di tengah ada pendekatan teknologi skrining masal, tes swab, dan teknologi imunisasi. Ketiga di hilir, yakni dalam mencegah mortalitas atau kematian serta pelayanan di rumah sakit. Untuk pelaksanaan di hulu, yakni dengan mengubah perilaku. Untuk itu, sebagai bagian dalam upaya hulu ini BKKBN memiliki gerakan multi level networking (MLN) yang bekerja ke bawah.

Kata dia, saat ini ada sekitar 1,2 juta kader serta sebanyak 23,4 ribu penyuluh yang terdiri dari PNS dan Non-PNS. Dari kader ini ada level yang sudah eksis di tingkat desa jumlahnya mencapai 82 ribu, sedangkan untuk tingkat dusun dan RT/RW mencapai 320 ribu orang. Baris ketiga yang juga jumlahnya juga besar adalah kader genre. “Dalam upaya ini, BKKBN bangga bisa menjadi kekuatan yang mendukung BNPB untuk menyukseskan program di tingkat grass root,” ungkap dia.

Salah satu tantangan berat penanggulangan Covid-19 di Indonesia adalah, kurangnya kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Ada masyarakat yang patuh, tetapi sebagian lagi setengah patuh bahkan tidak sama sekali. Satgas Penanganan Covid-19 menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengoptimalkan tenaga penyuluh KB untuk mengampanyekan pentingnya protokol kesehatan kepada masyarakat. (*)

Teks : Nasir
Editor : Maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait