PGRI Perjuangkan Nasib Guru Honorer Sumsel

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumsel mendampingi 4000 guru honorer terkait menyampaikan aspirasi di komisi 5 DPRD Sumsel, Selasa (6/10/2020). Guna memperjuangkan kesejahteraan nasib guru dan tenaga pendidik honorer di Sumsel.

Ketua PGRI Sumsel, Ahmad Zulinto menyampaikan, bahwa kesejahteraan guru sekarang ini masih sangat minim, terutama di daerah dan kota maupun provinsi.

Untuk itu, PGRI terus mendorong meminta komisi 5 DPRD Sumsel sebagai tempat menyampaikan aspirasi, bagaimana meningkatkan kesejahteraan guru ini, minimal mencontoh wilayah kabupaten atau kota yang memberikan insentif terhadap guru honorer.

” Seperti Muba, 1,5 juta untuk intensif guru honorer, kota Palembang, 1 juta, Pali, 800 ribu, Muratara 800 ribu dan beberapa daerah lainnya. Artinya kepala daerah memberikan bantuan terhadap guru honorer,” katanya.

Selanjutnya, cetus Zulinto, mendorong dan meminta dukungan DPRD provinsi Sumsel khusus komisi 5, bagaimana guru honorer usia telah melewati masa CPNS, dan bekerja sudah mencapai minimal 25 tahun maupun di atasnya, agar pemerintah mengangkat PNS maupun P3K sesuai hasil karyanya selama ini untuk bangsa.

“Menurut saya ini perlu karena pengabdian mereka bukan sedikit. Kalau berbicara kekurangan guru dan Pemerintah mengatakan guru itu cukup memang benar karena didalamnya termasuk tenaga dan honorer,” ucap Kadis Pendidikan kota Palembang ini.

Selain itu, PGRI bersyukur bahwa Kadis Pendidikan Sumsel juga akan menyampaikan kepada Pak Gubernur Herman Deru terkait permohonan insentif guru dan tenaga pendidik di kabupaten dan kota khususnya SMA SMK.

“Mudah-mudahan dengan itikad baik daripada Pemerintah. PGRI terus berjuang bersama-sama guru, mohon kiranya guru ini menjadi perhatian. Tanpa guru kita tidak ada apa-apa bangsa ini,” harap Zulinto.

” Tadi disinggung ada 9554 guru honorer SMA SMK di Sumsel, jika di hitung satu juta perbulan dikalikan satu tahun nominalnya bisa mencapai 14 miliar. Tentunya Pak Gubernur Herman Deru dengan cinta kasihnya dengan seorang guru dan tenaga pendidik, tahun 2021 saya yakin akan dianggarkan nya,”tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumsel, Susanto Adjis membenarkan bahwa guru dan tenaga honorer di Sumsel memang sangat minim. Untuk itu, komisi 5 akan membahas secara detail bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan ketua PGRI Sumsel.

TEKS : IWAN

EDITOR : ASIH

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait