Heboh, Bareskrim Polri Tangkap Pelaku Pembobol Rekening dan Akun Grab di Kabupaten OKI

SWARNANEWS.CO.ID  JAKARTA |Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim Polri) berhasil menangkap pembobolan akun nasabah bank dan aplikasi transportasi online Grab di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan dari pihak perbankan, dan juga transportasi online Grab pada Juni 2020 lalu. “Intinya mereka telah mengalami kerugian yang dilaporkan sekitar Rp 21 miliar,” ungkap Irjen Pol Argo dalam konfrensi pers di Bareskrim Polri.

Bareskrim selanjutnya melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan pelaku di wilayah Kabupaten OKI. Para pelaku berjumlah 10 orang yakni AY, JL, GS, K, J, dan RP, KS, JP, PA dan A. “Pelaku sekitar 10 orang diambil subuh sekitar jam 4 pagi. saat ditangkap pelaku tak melakukan perlawanan,” kata Irjen Pol Argo.

Para pelaku kemudian dibawa ke Bareskrim Polri, setelah dilakukan pemeriksaan mereka telah menjalankan aksinya sejak 2017 hingga saat ini.

Para tersangka lanjut Irjen Pol Argo, mempunyai peran masing-masing dan tergolong rapi. Mereka memiliki tim IT, hingga pengumpul rekening para korbannya. “Jadi dari sepuluh tersangka ini kaptennya AY. Dia yang mengendalikan operasinya, dan yang lain persiapan IT dan sebagainya,” sambung Irjen Pol Argo.

Adapun modus para pelaku sendiri dengan cara meminta pasword dari OTP (One Time Pasword) bank milik korban. Para pelaku seolah-olah dari pihak bank kemudian meminta pasword tersebut. “Jadi dia (pelaku) telepon nasabah bank, tanpa sadar kemudian memberi pasword itu. Setelah semua bisa dibobol mereka bisa melihat saldo dan mentransfer ke rekening penampungan ada beberapa rekening,” jelas Irjen Pol Argo.

Sementara, dalam kasus ini polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa laptop, handphone, ATM, buku tabungan, dan uang. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya para pelaku dijerat dengan UU ITE dan KUHP yaitu Pasal 30 ayat 1 jo Pasal 46 ayat 1, dan Pasal 32 jo Pasal 48 UU ITE, dan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 6 sampai 10 tahun penjara.

 

Teks: Rel

Editor: Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait