Pengurus KAHMI Ogan Ilir 2019-2024 Dilantik

Sekjen Kahmi: Intinya Bukan Jabatan Tapi Tindakan

 

SWARNANEWS.CO.ID, OGAN ILIR | Sekretaris Jenderal Majelis Nasional KAHMI Dr. Manimbang Kahariady menegaskan inti dari sebuah jabatan bukanlah status. Tapi bagaimana bertindak dalam memaknai amanah itu.

Pernyataan tersebut dikemukakannya pada pelantikan Majelis Daerah KAHMI Kabupaten Ogan Ilir di Pendopoan Bupati OI di Indralaya OI Kamis (8/10/2020).
Seperti dilaporkan oleh Sandi Pusaka Herman dari Tribun Pos Ketua Umum KAHMI Sumsel, Joncik Muhammad, resmi melantik pengurus KAHMI Ogan Ilir masa bakti 2019-2024.

Usai membacakan Surat Keputusan KAHMI Sumsel, ditandai dengan penyerahan bendera pataka.

Pengurus Majelis Daerah (MD) Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Ogan Ilir yang dikukuhkan itu masing-masing, Ketua Umum terpilih Sonedi Ariansyah, Wakil Ketua Internal Umar Saferi, Wakil Ketua Eksternal Sarono P Sasmito, Sekretaris Umum Hajib serta pengurus lainnya, di Gedung Pendopoan Bupati, Kompleks Perkantoran Pemkab Ogan Ilir, Tanjung Senai.

Dalam sambutannya Joncik Muhammad yang juga sebagai Bupati Empat Lawang itu berpesan, agar pengurus KAHMI Ogan Ilir yang telah dilantik dapat menghidupkan HMI Cabang Indralaya di kampus Universitas Sriwijaya.

“Pesan saya kepada ketua dan pengurus KAHMI Ogan Ilir yang dilantik, tolong hidupkan HMI Cabang Indralaya,” ucapnya.

Kata Joncik, UNSRI adalah salah satu universitas terbesar di Indonesia, dan kampusnya ada di Indralaya. Sayang sekali kalau di kampus sebesar ini HMI tidak berkembang dan besar memberikan warna mencetak kader-kadernya.

“Dulu HMI Cabang Indralaya ini sempat ada, namun usianya tak lama, karena banyak faktor. Dan kali ini dengan sudah dikukuhkannya KAHMI Ogan Ilir, amanat saya hanya satu bentuk dan hidupkan kembali HMI Cabang Indralaya itu,” ujarnya.

Orang nomor satu di KAHMI Sumsel ini juga mengingatkan, para pengurus KAHMI Ogan Ilir jangan merasa bangga dan mengaku KAHMI kalau tidak peduli dengan adik-adik kader HMI.

“Secara prinsip, pengurus KAHMI jangan meninggalkan dasar ke-HMI-an. Baik HMI sebagai organisasi kader, HMI sebagai organisasi mahasiswa dan HMI sebagai organisasi perjuangan. Kalau tiga hal itu dipegang teguh, insya Allah HMI bisa kembali diminati,” tegasnya.

Menurut Joncik, pengkaderan merupakan faktor yang sangat menentukan keberlangsungan eksistensi organisasi HMI.

“Yang paling menentukan dalam pengkaderan tersebut adalah kepedulian dari para pengurus KAHMI itu sendiri terhadap pengkaderan HMI. Jujur saya bisa sebagai Bupati hari ini, karena dulu ditempa dikader di HMI,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut, Tokoh KAHMI Sumsel, Aziz Kamis (Stafsusff Gubernur Sumsel Bidang Pariwisata), Rebo Iskandar (Dirut PT. Swarnadwipa Hotel). Juga hadir Pengurus Wilayah KAHMI Sumsel, Kamil Habibi dan Joe Martin.

Editor: Sarono PS

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait