Petani Dirugikan, Cabut UU Cipta Kerja

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Persatuan Komite Reforma Agra Sumatera Selatan menggelar aksi unjuk rasa terkait penolakan undang-undang Omnibus law Cipta Kerja bersama mahasiswa dan ,ormas, di depan Gedung DPRD Sumsel, Kamis (8/10/2020)

Dalam orasinya, Edi Susilo, meminta cabut dan batalkan undang-undang Omnibus law yang sudah tidak ada tawar menawar dengan alasan itu sangat merugikan kaum para petani. Karena hadirnya undang-undang itu ketimpangan semakin tinggi dengan penguasaan lahan atas tanah.

Dalam undang-undang omnibus law juga disebutkan 90 tahun pengawasan HGU. Sekarang HGU 25 tahun saja itu sudah melahirkan banyak konflik di Sumsel. Kemarin, dua petani di lahat meninggal, OKU timur petani di siram cuka parah, Muara Enim patani di penjarakan.

“Artinya dengan adanya undang-undang omnibus law sekarang ini yang begitu kuat menghamparkan karpet merah kepada koorporasi terhadap penguasaan atas tanah itu sangat merugikan kaum petani di Indonesia, terutama petani di Sumsel,” ujar korlap Edi Susilo.

“Satu kata untuk penolakan undang-undang Omnibus law yakni cabut dan batalkan karena tidak menguntungkan bagi para petani,” tegas Edi.

Teks : Iwan
Editor : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait