Sonny : Sangat Tendensius Tuduhkan H2G-MULYA Gunakan Fasilitas Negara Dalam Kampanye

PDIP dan Tim hukum Ancam Lapor Balik

 

SWARNANEWS.CO.ID, MUSI RAWAS | Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Ir Sonny Rahmad Widodo menegaskan kehadiran Paslon Bupati H Hendra Gunawan (H2G) dan H Mulyana dalam acara Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDIP pada Senin, 05/10/2020 lalu sebagai kader partai.

Selain itu ditegasnya pula acara tersebut murni acara partai bertajuk konsolidasi bukan agenda kampanye. Sikap dan pernyataan ini dilakukan Sonny dan jajarannya sebagai reaksi terhadap tuduhan tim hukum Paslon Kada Mura, Hj Ratnawati Machmud dan Hj Suwarti.

Menurut Sonny adanya pemberitaan dan juga upaya pelaporan ke Bawaslu mengenai dugaan pelanggaran kampanye tidak beralasan serta sangat tendensius.

Bahkan hal tersebut mengarah kepada pencemaran nama baik institusi dalam hal ini partai (PDI-P) dan pihaknya akan mengambil langkah untuk melapor balik atau semacam somasi. Demikian ditegaskan Sonny Rahmad Widodo kepada wartawan Jumat (9/10).

“Terlebih mengenai penggunaan fasilitas negara yang disebutkan pemberian bantuan itu juga salah alamat. Sebab bantuan itu bukan dari pemerintah melainkan aspirasi dari anggota DPR RI Fraksi PDIP Riezky Aprilia kepada partai. Kebetulan sebagai bentuk penghormatan dari partai pengusung penyerahan diserahkan secara simbolis oleh H Hendra Gunawan,” ungkap Sonny.

Dan kembali ditegaskannya, acara tersebut merupakan acara partai bukan agenda kampanye.

“Makanya (Musancab PDI-P) diadakan di Posko Induk di Purwodadi dimana acara partai yang dihadiri Paslon yang kita usung sebagai kader partai diperkuat dengan mereka memiliki KTA Partai,” tegasnya.

Termasuk bantuan yang diserahkan dalam acara partai tersebut merupakan aspirasi dari anggota DPR RI Fraksi PDIP dan penyerahannya dilakukan secara simbolis di acara partai tersebut kepada partai pula, bukan bantuan dari Paslon.

Jadi jika pihaknya diadukan mengenai hal itu karena diduga pelanggaran kampanye, tentu sangat tendensius dan mengada-ada.

“Atas nama institusi partai Kita merasa dirugikan (pencemaran) dan Kita (Partai) akan laporkan balik, sembari menunggu perkembangan dan prosesnya,” kata Sony.

Ditambahkannya pula, mengenai penggunaan fasilitas negara, mereka (PDI-P) sangat komitmen dan menjaga jangan sampai terjadi. Makanya acara Musancab tersebut dilaksanakan di Posko, dan seandainya dilaksanakan di tempat lain bukan di Posko atau Kantor Partai, mereka menjalaninya secara prosedural dan professional.

Misalnya di Muara Kelingi mereka menggunakan tempat dengan menyewa dan di lingkungan acara pun tidak ada atribut Paslon namun hanya dengan atribut partai.

“Dan perlu dicatat pula yang datang pada acara Musancab PDI-P juga internal partai (pengurus dan kader), tidak ada masyarakat di luar partai,” pungkasnya.

Senada ditambahkan Kuasa Hukum H2G, Gress Selly siap menjelaskan semuanya, termasuk mendampingi upaya somasi terhadap penyampaian informasi tersebut.

“Perlu saya jelaskan pula, bantuan yang diberikan untuk partai. Kebetulan, itu ada acara konsolidasi partai (PDI-P) dan H Hendra Gunawan sebagai calon yang diusung PDI-P maka diberikan kehormatan untuk menyerahkan secara simbolisasi bantuan dari dana aspirasi anggota DPR RI kepada Partai. Dan itu sebagai bentuk loyalitas anggota DPR RI kepada Partai yang sudah mengusung,” ungkapnya.

Dituduhkan seolah-olah H Hendra Gunawan yang kebetulan adalah Bupati Musi Rawas yang sedang cuti kampanye memberikan bantuan ke Partai, jelas itu keliru besar.

“Kehadiran H Hendra Gunawan juga sebagai calon yang diusung partai tersebut. Jadi itu bukan bertindak sebagai kepala daerah. Beliau adalah calon yang diusung partai, selain itu juga bukan atas keinginan beliau (menyerahkan bantuan) tapi penghormatan dari PDI-P kepada calon untuk menyerahkan bantuan secara simbolis dari dana aspirasi tersebut,” tegas Grees Selly. (rls)

Teks/editor : Rilis/Tim

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait