BKSDA dan PD BN Sepakati Penyisiran Buaya Lepas yang Resahkan Warga

SWARNANEWS.CO.ID, BANYUASIN | Akhirnya mediasi terkait berita penangkaran buaya yang kurang terurus dan sempat meresahkan warga, kemarin berlangsung aman dan damai. Yakni, antara warga Desa Tanjung Sari Kelurahan Sukamoro Kecamatan Talang Kelapa, dengan pemilik penangkaran buaya PD Budiman (BN), yang berlangsung di Kantor Kecamatan Talang Kelapa.

Warga sekitar resah dengan adanya penangkaran buaya di Tanjung Sari yang tak terurus dengan baik. Dari mediasi tersebut sempat tegang, karena sebelumnya warga menginginkan penangkaran Buaya itu seharus ditutup, namun kenyataannya tidak terjadi.

Seperti yang disampaikan oleh pihak BKSDA Sumsel M.Hafidz Zyen dalam paparannya, menjelaskan, penangkaran Buaya yang dimiliki PD BUDIMAN, adalah penangkaran buaya muara dan sinyonong. Dan masih diberikan perpanjangan izin, warga juga diminta tidak boleh bertindak sendiri terhadap buaya-buaya tersebut. Sebab berdasarkan UU No.05 Tahun 1990, bisa terkena pidana karena buaya adalah salah satu hewan dilindungi. Dan harapan kami penangkaran harus tetap diteruskan,” tegas M. Hafidz.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuasin, Izro Meita menegaskan pula, tempat penangkaran buaya tersebut harus diperbaiki, sesuai dengan standar keamanan.

“Kami beri waktu enam bulan untuk memperbaiki tempat Penangkaran Buaya tersebut, sampai memenuhi standar keamanan. Sebelum melakukan perpanjangan izin karena diketahui izin yang dimiliki PD BUDIMAN, diketahui habis di Tahun 2020 ini,” katanya.

Sementara kata warga Arifin mengatakan, walau sempat tidak setuju dengan keputusan diperpanjangnya izin penangkaran tersebut, namun hati warga terobati. Karena permintaan warga supaya buaya-buaya yang diduga berada diluar penangkaran dan hidup bebas di sekitar pemukiman warga, akan segera dilakukan penangkapan.

“Jadi hasil mediasi untuk hari ini menetapkan besok hari Sabtu (17/10/2020) jam 09.00 wib bersama BKSDA dan Dinas terkait lainya, akan bersama-sama melakukan penyisiran di lingkungan sekitar lokasi penangkaran buaya. Dan akan dilakukan penangkapan jika ditemukanya buaya berkeliaran,” kata Arifin, mengulangi hasil yang ditetapkan bersama dalam mediasi tersebut.

Selaku pemilik Penangkaran Buaya, Jhoni juga setuju dengan hasil mediasi tersebut. “Saya bersedia besok Sabtu (17/10/2020) mengadakan aksi penyisiran penangkapan buaya yang ada di lingkungan sekitar penduduk,” pungkasnya.

Mediasi tersebut dihadiri Jhoni pemilik Penangkaran Buaya PD BUDIMAN , Arifin Nasution selaku Camat Talang Kelapa, dan beberapa dinas terkait. Seperti Izro Maita dari DLH Banyuasin, M. Hafidz Zyen dari BKSDA Sum-Sel, Hasmi,S.Sos.Msi Asisten II, Abdul Aziz TH.SH.M.Si dari Pol PP Banyuasin, Kusnadi,SH Polsek Talang Kelapa, Panca Agung P.W Danramil -04 Talang Kelapa, Kemas Dhohriman Lurah Sukamoro, Hj.Endang Martini Kades Talang Buluh beserta beberapa warga sekitar penangkaran tersebut. (*)

Teks : Nasir
Editor : Maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait