Polres OKU Timur Gelar Kegiatan Tekwan

Berkotek Samo Kawan

SWARNANEWS.CO.ID-OKUT | Guna mengantisipasi dan mencegah potensi unjuk rasa yang anarkis. Polres OKU Timur pada Rabu (14/10/2020)  mengadakan kegiatan Berkotek Samo Kawan (Tekwan) kegiatan ini diisi dengan silaturahmi dengan Forkofinda bersama elemen masyarakat.

Dandim 0403 OKU Letkol Arh Tan Kurniawan mengatakan, untuk menyampaikan Aspirasi diperbolehkan berdasarkan Undang-Undang, menyampaikan Aspirasi harus mengikuti aturan yang berlaku. “Kita harus bersama-sama menjaga wilayah agar tetap selalu kondusif,” katanya.

DPR sebagai perwakilan rakyat harus menyampaikan aspirasi rakyat dan jika terjadi unjuk rasa artinya ada aspirasi rakyat yang tidak tersampaikan. “Jika ada masyarakat yg melakukan unjuk rasa diharapkan dapat diterima gunanya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Staf Ahli Bupati OKU Timur Drs H. Fakhruddin, MM. Juga menjelaskan, atas nama Pemerintah Kabupten OKU Timur bersama Unsur Forkopimda siap menerima
Aspirasi masyarakat dan menyampaikan Aspirasi tersebut kepada koridor yg lebih tinggi.

Kapolres OKU Timur AKBP Dalizon, SIK,MH. menjelaskan di Wilayah OKU Timur didapat informasi akan melakukan unjuk rasa tetapi tidak jadi dilaksanakan karena adanya kerjasama antara Masahasiswa dan kepolisian.

“Ada satu element masyarakat di OKU Timur yang rencananya akan melakukan aksi Unjuk rasa, mereka melakukan Unjuk Rasa dikarenakan pengunjuk rasa yg tidak memahami permasalahan dan adanya provokasi serta berita hoax dari oknum tertentu, kami selaku pihak keamanan tidak melarang melakukan aksi unjuk rasa tetapi jangan sampai melakukan aksi diluar aturan yang ada,” jelasnya.

Sementara Kadisnakertrans OKU Timur Elfian Syawal menambahkan, RUU Cipta Kerja merupakan gabungan dari 79 Pasal, “Tenaga Kerja Asing ( TKA ) hanya menduduki jabatan tertentu perusahaan dan harus ada pendampingan dari Tenaga Kerja Indonesia, dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha wajib membayar uang pesangon maupun uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima, Selain waktu istirahat dan cuti, perusahaan tertentu dapat memberikan istirahat panjang yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, maupun perjanjian kerja bersama” jelasnya.

Teks : Prabu

Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait