Harap-Harap Cemas, KPU-Kuasa Hukum Paslon 2 Tunggu Keputusan MA

SWARNANEWS.CO.ID  OGAN ILIR  |Saat ini baik KPU Ogan Ilir (OI) selaku termohon dan Tim Palson nomor urut 2 H M Ilyas Panji Alam-H Endang PU Ishak  sebagai pihak pemohon yang calonnya didiskualifikasi  sama-sama menunggu hasil keputusan Mahkamah Agung (MA).

Menurut Anggota KPU Devisi  Hukum dan Pengawasan  Rusdi S.SosI pihaknya  sudah menyerahkan berkas jawaban Selasa 20 Oktober ke MA.

“Jadi saat ini tinggal menunggu hasil keputusan,” kata  pria yang akrab disapa Rusdi Daduk tersebut, Rabu (21/11).

 Dijelaskan Daduk KPU yang diwakili kuasa hukum Sumardi SH (Advokat pada Kantor Hukum Mualimin Pardi Dahlan dan rekan) menyerahkan jawaban dan bukti termohon atas permohonan sengketa pelanggaran administrasi pemilihan (PAP) dengan nomor 1 P/PAP/2020.

”Jadi berkas jawaban kita sudah diserahkan kepada petugas penerima berkas di MA,” terang Daduk.

Terpisah Tim Advokasi Paslon 2, Firly Darta SH menyatakan hal yang sama. “Kita saat ini menunggu keputusan MA, untuk paslon masih sibuk sosialisasi ke desa-desa,” ujarnya.

Seperti diketahui, Tim Advokasinya Firly Darta SH mengatakan tim advokasi sudah mendaftarkan permohonan ke Mahkamah Agung (MA) tertanggal 14 Oktober 2020 .

“Kami sudah mendaftarkan permohonan ke MA pada 14 Oktober 2020 ,dalam permohonan ke MA kami juga sudah melampirkan 27 bukti dalam permohonan,” kata Firly.

Apa saja dari 27 bukti tersebut ? dengan spontan Firly menyatakan, semua bukti yang disampaikan dan dilampirkan, semua dibantah,”Jadi semua bantahan kami lampirkan terkait pembatalan paslon Ilyas-Endang,” tukasnya.

Dijelaskan Firly, terhitung dari pendaftaran MA hanya punya waktu 14 Hari membuat keputusan. “Kami para pihak yang melakukan permohonan saja, nanti dari MA yang akan mengirim permohonan kita ke KPU untuk menjawab, jadi tidak ada persidangan seperti pengadilan Tun, hanya pemeriksaan berkas dan sidang cuma dilakukan majelis saja tidak dihadiri para pihak tergugat maupun yang penggugat,” tandasnya.

Masih kata Firly, dalam berkas permohonan ke MA, hanya KPU yang digugat. “Hanya KPU yang kami gugat, karena objek yang mendiskualifikasi KPU,” pungkasnya.

Teks: Rel

Editor: Sarono PS

 

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait