Lulusan PAG Polda Sumsel Harus Ubah Mindset

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri S., MM di dampingi Wakapolda Sumsel Brigjend Pol Rudi Setiawan Sik SH MH ,PJU Polda Sumsel dan Ketua PD Bhayangkari beserta Staf Pengurus Bhayangkari Polda Sumsel, mengikuti Upacara Penerimaan Perwira Lulusan Pendidikan Alih Golongan (PAG) TA. 2020 Polda Sumsel. Bertempat di Stadion Wira Bhakti Komplek Pakri Palembang, Kamis (22/10/2020).

Kapolda Sumsel dalam sambutannya mengucapkan selamat dan kebahagian atas telah selesainya pendidikan dari Bintara menjadi Perwira. Yang telah dilaksanakan selama 1 bulan.

“Kita ketahui bahwa pendidikan PAG merupakan bentuk inisiasi dari pimpinan Polri dalam rangka memenuhi kebutuhan para perwira yang masih dirasakan kurang. Terutama pada level – level first line supervisor.”

“Dari 80 orang yang mengikuti pendidikan PAG, Alhamdulillah 79 orang dinyatakan lulus dan 1 orang teman kita, Aiptu Indra telah mendahului kita. Bersama mari kita doakan semoga Almarhum dapat diterima di sisiNya,” imbuhnya.

Untuk pendidikan yang 1 bulan ini sangatlah relatif, belum mampu secara utuh mendapatkan gambaran bagaimana pelaksanaan tugas di lapangan. “Akan tetapi saya sangat yakin rekan – rekan di sini sudah berdinas lebih dari 20 tahun, sehingga menurut saya pengalaman pada saat menjadi Bintara adalah modal yang cukup untuk mengemban tugas dan kewajiban sebagai perwira,” ujarnya.

“Kita sadar bahwa perwira adalah impian dari rekan – rekan yang sudah terwujud. Untuk itu perubahan pangkat dari Bintara ke Perwira, bukan hanya sekedar berubah bentuk dan warna pangkat. Tetapi yang paling berat adalah bagaimana tugas dan tanggung jawabnya. Oleh karena itu para perwira – perwira yang baru, masyarakat tidak akan menilai dan tidak pernah tanya bahwa anda lulusan Akpol, SIP atau PAG. Tetapi masyarakat akan menilai dari perilaku dan perbuatan kita sehari – hari. Baik perilaku kedinasan maupun dalam perilaku bergaul dalam masyarakat.”

“Saya berpesan tolong ubahlah mindset dan cultureset rekan – rekan. Pangkat boleh tinggi, pangkat boleh rendah, tetapi mindset jangan sampai hilang pada diri rekan – rekan. Mindset sebagai pengabdi dan pelayan masyarakat itulah yang terpenting. Soal ilmu pengetahuan kompetensi mungkin masih kurang, tetapi kalau integritas kita kemudian yang berkaitan perilaku kita yang tidak benar, itu akan nampak sekali di masyarakat,” tandasnya.

Teruslah belajar dan mengisi kekurangan – kekurangan yang dirasakan oleh kita karena begitu anda telah menjadi perwira, semua tugas yang tadinya anda tidak dapat kerjakan sekarang menjadi kewajiban anda. “Untuk itu marilah kita semua sama – sama belajar, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Mudah – mudahan apa yang rekan – rekan pelajari selama 1 bulan di SPN menjadi bekal yang cukup untuk rekan – rekan menjadi perwira.”

“Hari ini mungkin agak berbeda tradisinya, atas inisiasi dari rekan – rekan PJU, kita terima saudara – saudara di tempat yang cukup luas ini dan di belakang saudara – saudara mengiringi kebanggaan saudara – saudara Marching Band Athidira Wira Bhakti. Kebanggaan ini jadikan semangat untuk kita semua bekerjalah dengan baik dan mengabdi dengan semaksimal mungkin. Terutama dalam melayani masyarakat. Motivasi diri kita untuk semakin baik karena tenaga dan pemikiran kita sangat dibutuhkan terutama untuk institusi kita,” imbuhnya. (*)

Teks: rilis
Editor: maya

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait