MA Kabulkan Permohonan Ilyas – Endang, Berkontestan Pilkada OI

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan atas keputusan permohonan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam dan Endang PU Ishak. Akhirnya, bisa kembaliĀ  di Pilkada 9 Desember.

Sebelumnya, pasangan nomor urut 2 ini di diskualifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ogan Ilir lantaran di duga melakukan pelanggaran administrasi. Sehingga keduanya menggugat atas keputusan itu di MA, dibanding Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) di Medan.

Demikian disampaikan oleh tim advokasi Ilyas Panji Alam- Endang PU Ishak, Firli Darta saat dikonfirmasi media swarnanews, Selasa (27/10/2020).

” Keputusan itu telah keluar hari ini, Selasa (27/10), Dalam amar keputusan itu, MA telah mengabulkan permohonan kita, meskipun salinan belum di terima,” katanya.

Perkara itu sendiri, lanjut Firli di lihat melalui situs MA, didaftarkan pada 14 Oktober 2020, nomor registrasi 1P/PAP/2020 disitus perkara MA, jenis permohonan P/HUM, PTUN dengan pemohon HM Ilyas Panji Alam dan termohon KPU OI, yang di putuskan pada 27 Oktober 2020.

“Untuk tim Yudisial C, hakim P1 Dr Yosran SH MHum, P2 Sudaryono SH MH, dan hakim P3 Dr H Yulius SH MH,” ujarnya.

Diketahui, KPU OI sendiri mendiskualifikasi Ilyas- Endang setelah mendapat rekomendasi dari Bawaslu Kabupaten Ogan Ilir, setelah Paslon Urut 2 dianggap melakukan pelanggaran administrasi yang menguntungkan keduanya sebelum di tetapkan sebagai calon kepala daerah oleh KPU OI.

Firli menilai, laporan Bawaslu OI kepada KPU OI ini yang meminta mendiskualifikasi calon Petahana merupakan cacat hukum.

“Untuk pertimbangan lainnya, kami belum mendapatkan salinan resmi dari MA, tapi secara tidak langsung putusan itu akan dikembalikan pada Paslon. Kami minta KPU menindak lanjuti ini,” katanya.

Langkah selanjutnya, pihaknya akan melaporkan balik hal ini kepada dewan kehormatan penyelenggara pemilu (DKPP) dan menerima pertimbangan dari MA

“Setelah kita menerima salinan putusan MA dan melihat dari adanya pelanggaran ini, kita akan ke DKPP, dan menerima pertimbangan dari MA,” ujarnya.

Teks : IW
Editor : Asih

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait