Kades Desa Tebing Abang Geram, Usaha Simpan Pinjam Tak Kantongi Izin

SWARNANEWS.CO.ID, BANYUASIN | Papan nama dan alamat Kantor yang bertuliskan Mekaar, Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera Rantau Bayur, yang berada di Desa Petaling Kecamatan Banyuasin III, membuat geram dan protes pemerintah Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur. Pasalnya Mekaar, tidak pernah meminta Surat Keterangan Usaha (SKU) di Desa tersebut. Saat awak media melihat papan nama kantor tersebut, alamatnya tertulis Jl. Raya Pengumbuk Rt. 012 Rw. 003 Dusun 3 Pengumbuk Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, dengan kontak tidak di cantumkan Jumat (29/10/2020).

Menurut keterangan Kepala desa Tebing Abang,  dirinya baru mengetahui hal tersebut setelah ada kejadian perampokan terhadap dua orang karyawan lembaga  Mekaar.

Korban perampokan yang dialami oleh M.Afrizak dan Ririn Jumiati, terjadi sekitar pukul 14:20 Wib. Keduanya sedang menuju Desa Penandingan untuk melakukan kegiatan usaha simpan pinjam. Namun, baru mendekati desa tersebut mereka berdua dihadang orang menggunakan senjata api. Akibat dari peristiwa ini terpaksa mereka harus kehilangan motor Revo Fit dengan nopol BG 3132 AJB. Dan mereka sudah melaporkan hal tersebut ke Polsek Rantau bayur. Senin (26/10/20) lalu.

“Saya tidak senang nama Desa Tebing Abang ditulis di papan nama usaha tersebut. Karena letaknya bukan di wilayah desa saya. Dan mereka tidak pernah meminta izin untuk berkantor di desa saya”, jelas Zainal Aripin, Kepala Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur.

Masih kata Zainal Aripin, Pemerintah Desa Tebing Abang akan berkoordinasi dengan Polsek Rantau Bayur untuk memanggil pihak lembaga tersebut terkait dengan hal ini.

Tokoh masyarakat Desa Tebing Abang, Ramadhoni kepada awak media juga menjelaskan bahwa diri sering melihat para Karyawan Mekaar tersebut pulang kerjanya larut malam.

“Saya kasihan dengan adik-adik yang bekerja di lembaga Mekaar ini, terlalu sering saya melihat mereka pulang kerja sampai larut malam karena tuntutan kerja mereka,” jelasnya.

Sementara itu pihak lembaga Mekaar tidak mau menemui awak media saat akan dikonfimasi di Desa Petaling Kecamatan Banyuasin lll.

Terpisah, Kapolsek Rantau Bayur Iptu Kosumo SH membenarkan kejadian perampokan tersebut.

“Ya benar ada kejadian perampokan terhadap karyawan Mekaar di Desa Penandingan, anggota telah menindak lanjuti laporan dengan melakukan olah TKP,” jelasnya melalui pesan WhatsApp.(*)

Teks : Nasir
Editor : Maya

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait