Perempuan Tani Canangkan Tanam Serentak Cegah Defisit Pangan

Kerjasama Bareng P2L Bhayangkari Daerah Sumsel

 

SWARNANEWS. CO. ID-Pencanangan Tanam Serentak seluruh Indonesia guna mengatasi defisit pangan mulai mengancam sejak pandemi Covid. Akhirny mampu direalisasikan dipelopori Perempuan Tani HKTI secara nasional. Dengan menebar semua jenis tanaman pekarangan dan mudah dipanen jenis hortikultura (Pakcoy, Bayam, Cabe, Terong, Caisin) dan jenis lainya.

Acara secara resmi dipusatkan di Tangerang-Banten (offline) yang juga disiarkan melalui virtual zoom seluruh Indonesia pada (18/11). Juga dilakukan secara offline penanaman langsung oleh Perempuan Tani HKTI Sumsel bekerjasama Bhayangkari Sumsel, PT Telkom Indonesia, Dinas Tanaman Pangan, tepatnya berlokasi di pusat Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Bhayangkari – Sumsel, tepatnya di Pakri-1 Palembang.

Menurut Ketua DPP Perempuan Tani HKTI Sumsel, Nurhayati Muligan, kondisi rawan pangan disadari atau tidak kini sudah ada di depan mata.

“Tinggal kita menyikapinya dengan baik. Ada bertahan dengan cukup berhemat. Ada bertahan dengan menjadi pebisnis pangan. Supaya bisa tetap eksis mendapatakan kecukupan pangan baik. Nah. Perempuan Tani Sumsel bersama Perempuan Tani Pusat juga seluruh Indonesia memberanikan diri mencanangkan tanam serentak ini, menyadarkan memberikan contoh juga siap membimbing masyarakat siap membudayakan menanam tanaman pangan dari pekarangan sendiri. Syukur. Jika ada lahan besar bisa dimanfaatkan. Setidaknya memanfaatkan pekarangan dengan pola tanam di pot hingga lahan sempit pun bisa. Ini akan menjadi penyangga kehidupan kebutuhan pangan keluarga, “beber Nurhayati biasa dipanggil Dedek.

Perempuan Tani yakin. Gerakan membudayakan tanam ini bisa menjadi pundi pundi kehidupan baru. Dimana setiap ibu tidak lagi bingung membeli sayur. Cabe. Ataupun bumbu lainya.

Hal senada juga sempat disampaikan oleh Ketua Daerah Bhayangkari Sumsel, Ny. Nera Eko, Sumsel harus mampu memberikan terbaik. Dimana lahan P2L Bhayangkari Sumsel menjadi contoh konkrit betapa pentingnya menjaga pangan sekecil apapun itu.

Ancaman krisis pangan terjadi di tengah pandemi Covid-19 memberikan alarm pada kita semua lebih giat aktif melihat jauh kedepan.

Adanya karantina wilayah (lockdown) di sejumlah negara menyebabkan distribusi terhambat. Selain itu faktor cuaca mempengaruhi produksi di dalam negeri.

Hal yang serupa diingatkan oleh FAO bahwa pandemic Covid-19 ini dapat mengancam ketahanan pangan dan memunculkan krisis pangan baru.

Hal ini ditandai dengan pasokan sejumlah komoditas pagan mengalami hambatan karena produksi terganggu.

Di sejumlah provinsi pun sudah santer terdengar ada yang mengalami defisit pasokan bahan pangan.

Bahkan release data BPS memunculkan prediksi terjadinya potensi kenaikan pangan pada Nov-Des 2020 bisa memicu adanya laju inflasi tinggi seperti kenaikan bawang merah dan minyak goreng misalnya pada Oktober 2020 yang menyebabkan inflasi sekitar 0,07%.

Sementara Ketua DPN Perempuan Tani HKTI, Dian Novita Susanto dalam sambutannya mengakui masyarakat saat ini belum banyak sadar kondisi riil pangan mulai sulit.

Oleh sebab itulah, ia mengajak petani, para perempuan, ibu-ibu untuk ikut serta dalam penanaman pangan hortikultura secara serentak seluruh Indonesia seperti cabai, jagung, terong, kangkung, bayam, caisim, pakcoy, di lahan kosong serta pekarangan rumah.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendukung pemerintah untuk program ketahan pangan secara nasional.

Acara ini juga dipelopori kerjasama antara Perempuan Tani HKTI seluruh Indonesia, Kementrian Pertanian, Perhimpunan INTI, M Tani, dan Telkom Indonesia.

Senagai support aplikasi,Telkom Indonesia dalam hal ini mensupport melalui aplikasi ‘agree’ bersama Perempuan Tani HKTI untuk dapat membantu para petani perempuan di lapangan dalam memonitor kegiatan pertanian seperti faktor cuaca dan musim tanam.

Dalam sambutan virtual-nasional. Dalam. Kesempatan itu juga banyak
Kesan dan pesan tentang gerakan tanam serentak disampaikan langsung oleh Ketua Umum Perhimpunan INTI; Bapak Teddy Sugianto.

Tak ketinggalan juga sambutan Dir. Entreprise & Business Service Telkom Indonesia; Dr. Edi Witjara ST., MH., CMA.

Sambutan Gubernur/Wakil Gubernur Banten ; Dr. H. Wahidin Halim. M. Si/H. Andika Hazrumy. S.Sos., M.AP. Sambutan Dirjen. Hortikultura Kementan; Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M. Sc. Sambutan Menteri PPPA; Ibu I Gusti Ayu Bintang, S. E, M. Si. Sambutan sekaligus membuka acara tanam serentak oleh; Jend. TNI (Purn) Dr. Moeldoko, S. I. P.

Sementara, di lokasi P2L Bhayangkari -Pakri Palembang. Penanaman serentak secara off line langsung dimpimpin oleh
Ketua DPP Perempuan Tani Nurhayati Mulligan., S.Pd., MM beserta jajaran pengurus Perempuan Tani dan anggota Sumael.

Juga didampingi langsung Ketua Daerah Bhayangkari Ny.Nera – Eko beserta pengurus Bhayangkari Daerah Sumatera Selatan.

Juga Dinas Pertanian dan Holtikultura Yetti irawati S.SIP (Pelaksana seksi sayuran dan.tan.hias). Helmei Yulianti SP (Pelaksana seksi sayuran dan.tan.hias). Gusdi Khamsaldin Sjafei. SP.,M.Si (Staf subbag perencanaan, evaluasi dan pelaporan), Ir. Resofia Erika (Staf subbag keuangan).
Nariman Kiptiah,MM Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Tanaman Pangan Sumsel.

Tak mau ketinggalan hadir dalam kesempatan itu,Ir . Rikandar Solihat
Manager Business Service Witel Sumsel, PT Telkom.

Sedangkan di jajaran utama HKTI Sumsel.Turut hadir dan menanam, Wakil Ketua HKTI Sumsel M. Zain Ismed MBA, juga Dr. Afri Antoni. Didampingi perwakilan Duta Pertanian Sumsel langsung dipimpin ketua Ikatan Duta Pertanian Sumsel Gusti dan pengurus juga anggota Duta Pertanian Sumsel. (*)

Teks/Editor: Asih

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait