Ratusan Kades 4 Kecamatan di Kabupaten OI Peroleh Penyuluhan Hukum: Jangan Lakukan Penyimpangan Dana Kalau Tak Ingin “Tebuang”

Para peserta penyuluhan hukum foto bersama dengan antusias usai penutupan acara.

SWARNANEWS.CO.ID, OGAN ILIR,  Jumat (19/5/2023)  hari kedua atau putaran terakhir kegiatan Penyuluhan Hukum bagi para Kades, BPD, tokoh masyarakat dan perangkat desa dari empat kecamatan yakni Indralaya, Indralaya Utara, Indralaya Selatan dan Pemulutan Selatan yang berlangsung di Balai Desa Purnajaya Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumsel makin menyajikan materi-materi menarik dari para nara sumber yang berkompeten.

Kepala Dinas PMD Kabupaten OI Akhmad Lutfi, MSi dan para camat 4 kecamatan serta tim dari Polres OI tampak hadir hingga acara usai.

Hadir pada kesempatan itu Kepala Dinas PMD Akhmad Lutfi, MSi, Camat Indralaya Utara Saiful Anwar, SE, MSI, camat Indralaya, Indralaya Selatan dan Camat Pemulutan selatan serta ratusan peserta dan undangan lainnya.  Acara yang dipandu oleh Fatmamati dari Kecamatan Pemulutan Selatan itu, pada sesi pertama hadir Ketua Tim Khusus Percepatan Pembangunan (TKPP) Kabupaten OI Drs. HA Nahrowi, MM yang didampingi anggota  Yaprudin, SH.  Nahrowi pada saat itu menguraikan berbagai wewenang yang diemban oleh ketua dan para anggota TKPP OI. Diantaranya  memberikan masukan, memantau dan mengamati atau memonitor.  memberikan masukan, mengawasi proses pembangunan di wilayah ini. Pria yang juga mantan sekda Kabupaten OI  menguraikan bahwa kebangkitan OI sesuai dengan visi misi Bupati OI Panca Wijaya Akbar   perlu perjuangan seluruh lapisan masyarakat OI.

Ketua TKPP Kabupaten OI HA Nahrowi, MM saat memberikan materi penyuluhan

 

Hal lain yang perlu menjadi dasar pembangunan OI adalah berkaitan  dengan adab atau akhlak sebab akhlak itu di atas ilmu. Oleh karena itu orang yang pintar tapi tidak beradab tidak berguna apalagi orang  yang tak berilmu tanpa adab atau akhlak lagi justru menjadi beban masyarakat. Konsep penting yang juga perlu ditanamkan kepada masyarakat OI adalah manusia yang baik adalah yang bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Untuk menjalankan tugas dan fungsi tersebut  Nahrowi dan anggota di antaranya Yaprudin, Iklim cahya dan lainnya maka sering turun ke berbagai desa dan kecamatan untuk memantau, memonitor dinamika pembangunan yang terjadi. Tak jarang juga memanggil kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  atau  datang ke dinas-dinas untuk memberikan masukan dan peringatan atau progress report pembangunan di bidang masing-masing.

“Meski mantan pejabat liur kami masih masin,” ujarnya diselingi bahasa daerah yang artinya saat memberikan koreksi sesuatu ke person kalau tidak diindahkan tak jarang person tersebut perlu diganti sebab progress report-nya jauh dari harapan. Masukan tim TKPP selalu dijadikan Bupati OI Panca Wijaya Akbar untuk mengambil tindakan sebagai solusi.

Nahrowi menambahkan, berkaitan dengan pembangunan desa  untuk operasionalnya memang didorong oleh dana dari pusat. Oeh karena itu agar tepat sasaran terhindar dari berbagai penyelewengan perlu ada pendampingan dalam bentuk  ada tenaga ahli di desa, BPD, dan perangkat desa yang diharapkan mumpuni sehingga proses pembangunan bisa berjalan dengan baik.

Sedangkan untuk mengetahui apa yang menjadi harapan masyarakat pihaknya juga sering turun ke kecamatan dan desa-desa untuk  menyerap aspirasi. Para anggota TKPP adalah mantan para birokrat serta anggota legislative maka mereka memiliki pengalaman luas dalam proses pembangunan sehingga pengawasan yang mereka lakukan berpengaruh signifikan.

Sesuai dengan visi misi yang digariskan oleh Bupati OI, maka pihaknya benar-benar mencermati empat pilar utama pembangunan OI yakni sektor pendidikan, kemudian kesehatan, lalu transportasi dan yang sangat penting pilar keempat terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh warga Kabupaten OI.

 

Sarono P Sasmito (baju putih kacamata) yang juga Sekretaris PWI Kabupaten OI hadir dan ikut memberikan masukan.

Usai memberikan materi pada sesi diskusi, Sarono P Sasmito yang hadir sebagai sekretaris PWI dan anggota Forum Wartawan Kejaksaan Negeri OI, memberikan beberapa masukan. Diantaranya mengharapkan dengan adanya penyuluhan hokum ini para peserta yang mengikutinya dengan serius nantinya benar-benar memberikan pemahaman kepada mereka. Lalu melaksanakan kepemipinan dengan baik dan terhindar dari masalah hokum.

“Oleh karena karena itu dengan adanya TKPP ini juga menjadi wahana penting bagi para kades, camat, maupun para kepala dinas untuk berkonsultasi,” ujar pria yang juga menjadi Sekretaris Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten OI.

Sedangkan di sisi lain adanya media atau pers, LSM dan segenap lapisan masyarakat juga berhak untuk mengawasi jalannya pembangunan di OI. Oleh karena itu perlu sinergi yang kuat, tambah Sarono lagi

Usai sesi tersebut dilanjutkan dengan materi dari Polres OI. Kapolres OI AKBP Andi Baso Rahman, SIk MH  melalui Iptu  Supriadi Garna dari Kanit 4 yang membidangi Tipikor mengetengahkan materi berjudul: Peranan Polri dalam Pembinaan dan Pengawasan serta pencegahan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana desa personil polisi untuk membawakannya dengan sangat komunikatif dan mondar mandir di sela-sela bangku peserta.

Kapolres OI AKBP Andi Baso Rahman melalui IPTU Supriadi Garna, SH MH saat memberikan materi sesuai arahan pimpinannya.

Perwira pertama polisi ini memulai uraian dengan menjelaskan filosofi dana desa tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Sebagai implementasinya Dana Desa digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan , pembangunan pemberdayaan masyarakat dan kemasyarakatan.

“Oleh karena itu keberadaannya sangat vital dan strategis,” ujarnya menekankan.

Tetapi di sisi lain menjadi negative ketika di sana sini terjadi segala bentuk penyimpagan dalam pemanfaatan dana desa sehingga tak jarang para kades dan aparat desa lainnya masuk ranah tipikor. Sebab mereka sebagai  penyelenggara negara dan mempergunakan keuangan negara. Banyak penyelewengan misalnya SPJ kadang tidak sesuai ketentuan. Untuk itu melalui penyuluhan ini diharapkan prinsipnya lebih baik mencegah daripada mengobati. Apalagi semakin besar dana yang dikelola semakin rawan penyimpangan

Hal penting yang harus menjadi perhatian para kades setiap pengeluaran belanja harus didukung bukti yang lengkap dan harus disahkan sekdes. Sebab penyebab umum terjadinya korupsi diantaranya adanya kelalaian administrasi, penyalahgunaan kekuasaan, kesengajaan dan kebiasaan untuk menyimpang, politik anggaran tak sehat, mendapatkan jabatan dengan modal uang banyak. Sehingga para kades mencari jalan untuk mengembalikan modal. Satu hal lagi dengan bernada seloroh Garna berpesan: jangan lakukan penyimpangan dana kalau tak ingin “tebuang”, ujarnya menirukan gaya Cek Daus dari Paltv.

Kades Purnajaya Joni Safdariyandi S.Sos saat melakukan dialog

Usai materi dilanjutkan dengan dialog  Joni Safdariyandi S.Sos Kades Purnajaya Kecamatan Indralaya Utara  saat itu mengingatkan semua kades jangan takut mempergunakan dana  asal dilakukan dengan mematuhi peraturan dan perundangan. Dia mencontohkan pembangunan gedung  Balai Desa juga menjadi pusat kegiatan masyarakat termasuk untuk  acara pernikahan dan olahraga. Gedung itu dibangun dari Dana Desa. Usai semua rangkaian acara dilakukan penutupan disampaikan oleh Camat Indaralaya Utara Saiful Anwar SE, MSi.

Foto: Dok BKAD

Teks/Editor: Sarono P Sasmito

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 komentar

  1. I think this is one of the so much important information for me. And i’m satisfied reading your article. However wanna remark on few common things, The website taste is perfect, the articles is actually nice : D. Good task, cheers

  2. Крупный учебный и научно-исследовательский центр Республики Беларусь. Высшее образование в сфере гуманитарных и естественных наук на 12 факультетах по 35 специальностям первой ступени образования и 22 специальностям второй, 69 специализациям.

  3. This post is a wonderful tribute to a beautiful Monday. Your insights are as refreshing as the day itself. Adding more visuals could enrich the experience for visual learners like myself.