Dugaan Kepala BAZNAS Kampanyekan Mantan Gubernur Sumsel Herman Deru, Kini Dipanggil Bawaslu OKU Timur

SWARNANEWS.CO.ID, OKUT – Kasus dugaan Kepala BAZNAS OKU Timur mengkampanyekan dan mengajak jamaah pengajian untuk memilih mantan Gubernur Sumsel Herman Deru, terus bergulir.

Hal itu terbukti saat Kepala BAZNAS OKU Timur yakni Imam Mu’arif memenuhi panggilan Bawaslu OKU Timur pada Rabu (10/1/2024) untuk dimintai keterangan terkait hal itu.

Bukan Kepala BAZNAS saja, terlihat pula Oknum Camat Martapura juga ikut dimintai keterangan terkait masalah tersebut.

Lantaran dirinya juga sengaja dan terkesan berani itu menghadiri kegiatan pelantikan tersebut. Diduga dibumbui dengan politik, dan sudah nyata-nyata melanggar netralitas ASN.

Mengenai oknum Camat Martapura yang ikut hadir dalam acara tersebut, beberapa awak media akan meminta keterangan kepada pihak yang berwenang dalam hal ini Kepala BKPSDM dan Sekretaris Daerah OKU Timur, bahwa sanksi apa yang pantas untuk oknum tersebut.

Sebab karena ulahnyalah diduga sudah mencoreng nama baik ASN dalam menjaga netralitas untuk pemilu yang akan datang.

“Setelah informasi Panwascam yang ada saat itu, akhirnya hari ini kita bisa memanggil dan bertemu langsung pihak yang dimaksud untuk dimintai keterangan. Di antaranya kepala BAZNAS, Camat dan ketua DMI,” jelas salah satu komisioner Bawaslu, Oki Endrata Wijaya, Rabu (10/1/2024).

Dijelaskannya, untuk dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum tersebut, pihaknya juga sudah melakukan sejumlah langkah untuk menentukan delik mana yang akan disangkutkan.

“Tinggal menentukan delik mana atau poin mana yang akan disangkutkan kepada oknum tersebut,” tukasnya.

Menyinggung jika adanya ASN OKU Timur yang ikut terlibat politik praktis dalam pelantikan PD BPTKI saat itu, Oki juga menegaskan jika Bawaslu OKUT saat ini masih mengumpulkan bukti.

“Jika ditemukan adanya pelanggaran tentunya akan kita kejar dan kita proses sesuai dengan UU No 7 tahun 2017 khususnya dalam pasal 494,” ucapnya tegas.

Sementara, Kepala BAZNAS OKUT Imam Mu’arif saat diwawancarai mengaku, bahwa tidak sadar jika dirinya merupakan perwakilan dari BAZNAS saat datang ke acara tersebut.

“Saya gak bisa memisahkan antara saya pribadi dan BAZNAS. Jadi saya gak sadar bahwa saya dari BAZNAS saat saya melantunkan ajakan tersebut. Saya baru tahunya saat ditegur pak Bisri,” kilah Imam Mu’arif.

Dibtempat yang sama, Bisri Mustofa, Kadiv P2H Bawaslu OKUT menjelaskan, pihaknya terlebih dahulu akan melalui pleno untuk memberikan sanksi terhadap tiga orang yang diduga menyalahgunakan wewenang jabatan.

“Kita akan plenokan dan kita akan mencari aturan yang memang mampu menyelesaikan perkara ini,” ucap Bisri.

Untuk ASN, jelas Bisri lagi, tentu ada sanksi terberatnya baik pidana ataupun denda.

Namun, untuk keterlibatan oknum kepala BAZNAS OKU Timur, saat ini Bawaslu masih berkoordinasi dengan BAZNAS Sumsel.

“Untuk sanksi terberat bisa pemberhentian jabatan,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *