Diduga Memberi Ijazah Tanpa Hak ke Menantu, UKB Dilaporkan ke LLDIKTI Wilayah II

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG–      Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II (LLDIKTI Wilayah 2) kembali menerima pengaduan dari elemen Masyarakat yakni Perkumpulan Advokat Muda Sriwijaya pada Selasa (05/03/2024).

Lagi-lagi UKB menjadi Teradu dalam pengaduan yang diserahkan AMUNISI. Dengan melampirkan beberapa bukti pendukung yang cukup, AMUNISI menyampaikan bahwa di UKB diduga ada praktik pemberian ijazah tanpa hak, yang dilakukan oleh Rektor kepada mahasiswa yang diduga terjadi pada tahun 2021. Adapun mahasiswa tersebut tak lain adalah menantunya sendiri yang berinisial AA.

Muhammad Hidayat Arifin selaku Ketua Tim Advokasi menyampaikan :

“Pada program studi S2 Kesmas UKB di tahun 2021, berdasarkan laporan dari masyarakat kepada kami, ada salah satu keluarga pendiri UKB yang diduga tidak pernah mengikuti perkuliahan dan tidak pernah mengikuti bimbingan tesis, tahu-tahu sudah lulus. Hal ini terkonfirmasi pada saat kami meminta keterangan kepada pembimbing tesis, yang menyatakan tidak mengenal siapa itu AA. Usut punya usut, diduga AA ini pada waktu terdata sebagai mahasiswa merupakan menantu dari Rektor. Sekarang ia sudah lulus dan sudah memiliki ijazah dengan gelar M.Kes,”ujar Hidayat

Atas dasar hal tersebut, berdasarkan Surat Nomor : 1113/SK/AMUNISI/III/2024,  AMUNISI menuntut LLDIKTI Wilayah II untuk Membentuk Tim Khusus dan investigasi terkait proses AA dalam mendapatkan Ijazah, termasuk jika memang terbukti nantinya menuntut LLDIKTI Wilayah II memberikan rekomendasi pencabutan izin operasional terhadap kampus tersebut.

 

Ditambahkan Hidayat, temuan ini merupakan potret adanya dugaan praktik kotor dalam memperoleh ijazah dilingkungan kampus tersebut. Kami khawatir dan patut diduga ini bukan satu satunya orang yang menerima ijazah tanpa hak,

Sehingga Kemendikbud harus tegas, yang apabila terbukti, Kemendikbud harus mencabut Izin Operasional sesegera mungkin, demi keselamatan anak bangsa,” ujar Hidayat.

Berkaitan kasus tersebut Swarnanews melakukan konfirmasi dengan menghubungi  Ibu Irzanita dari UKB. Namun baik chat japri via WA maupun dihubungi via telepon yang bersangkutan tidak memberikan respon.

Sementara itu Kepala LLDIKTI Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, MSc saat dikonfirmasi membenarkan telah menerima pengaduan tersebut. “Kami telaah dulu ya, Pak,” ujarnya via WA. (Tim)