Disdikbud Kabupaten OI Gelar Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan,  dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Bagi Para Siswa SMP se-Kabupaten: Berikan Gambaran Betapa Bahaya Narkoba

LUAR BIASA: Ratusan siswa SMP se-Kabupaten OI semangat luar biasa dari pagi hingga sore tetap mengikuti kegiatan yang digelar oleh Disdikbud OI hingga selesai. Di Sesi kedua ini mereka mengikuti Sosialisasi P4GN dari BNN Kabupaten OI. 

SWARNANEWS.CO.ID , INDRALAYA OGAN ILIR—Berbagai langkah terus dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir (OI)  di bawah kepemimpinan Kadisdik Sayadi, S.Sos, MSi  untuk memerangi dan mengantisipasi maraknya tindak pidana korupsi. Untuk itu dilakukan kegiatan Sosialiasi Anti Korupsi pada Siswa Siswi SMP se-Kabupaten OI di aula SMPN 1 Indralaya di Indralaya Ogan Ilir Sumsel, Selasa  (6/3/2024). Momen tersebut pada pagi sampai siang hari kemudian dilanjutkan dengan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan,  dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Bagi Para Siswa SMP se-Kabupaten OI pada siang sampai sore. Bertindak sebagai narasumber pada kegiatan itu para pegawai dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten OI yakni Hendra Hidayat, SKM dan Septri Anggraini, SKM. Mereka berdua memberikan gambaran betapa berbahayanya Narkoba.

Kabid SMP Hartawan S.Sos, MSi saat memberikan arahan pada acara penutupan.

Hendra sebagai pemateri pertama yang memberikan uraian secara komunikatif dan dibantu dengan tampilan power point menjelaskan semua hal tentang seluk beluk narkoba. Mulai dari definisi atau pengertiannya, jenis-jenisnya, zat-zat apa yang terkandung di dalamnya hingga efeknya bagi tubuh Ketika menggunakannya. Bukan hanya itu karena apa yang dilakukan itu juga dimasukkan sebagai Tindakan pidana, maka Hendra juga menjelaskan betapa berat dan mahal ancaman hukuman dan dendanya.Usai paparan dilakukan diskusi interaktif dan beberapa siswa antusias dan bertanya dan memberikan jawaban. Kemudian  dilanjutkan dengan Septri Anggraini yang mengupas leboh dalam akan bahaya narkoba bagikesehatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kadisdikbud Sayadi, S.Sos, M.Si. Kepala Bidang Pembinaan SMP Hartawan, S.Sos, M.Si, Kasi Kurikulum Bidang Pembinaan SMP, Prayoga Utama Putra, S.Pd, MAP,  Kasi Peserta Didik dan Prestasi, Tatan Mayandripa, S.Pd Jas, MM, Candra Irawan, Skom, M.Eng dan Andriana, S.Kom, M.Si dari Inspektorat OI, Pengurus Dewan  Pendidikan OI, Sarono P Sasmito, Kepala SMPN1 Indralaya, Dra. Herlina, MPd,  para undangan dan 150 peserta utusan dari SMP negeri dan swasta se-Kabupaten OI.

Menurut Hartawan kegiatan itu digelar berdasarkan Permen Ristek nomor 36 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi pada satuan pendidikan. UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, Perbup Ogan Ilir nomor 30 tahun 2021 tentang Struktur Organisasi Uraian Kerja dn Fungsi Dinas Pendidikan dan keb Penutupan kegiatan dilakukan oleh Kabid SMP Disdikbud OI oleh Hartawan SSos, MSi

Sementara itu Kadisdibud OI, Sayadi S.Sos, M.Si dalam kata sambutannya mengemukakan, agar semua peserta dapat memperoleh gambaran betapa berbahayanya narkoba dan wajib menghindarinya. “Milikilah  jiwa ksatria,  jujur,  bertanggung jawab dan Islami atau pun sesuai agama lain yang dipeluk oleh siswa serta hindarilah narkoba,” ujarnya.

Usai paparan, dan tanyajawab yang dilakukan oleh Hendra dan Septri dilakukan upacara penutupan  yang dipimpin oleh Kabid SMP Hartawan, SSos, MSi. Saat itu Hartawan mengucapkan terimakasih kepada semua peserta yang dari pagi hingga sore hari masih semangat mengikuti kegiatan ini. Acara diakhiri dengan doa dipimpin oleh Ahsan Al-Fajri SMPIT RU.

Kepala SMPN 1 Indralaya, Dra. Herlina, MPd  menyambut baik dan memberikan apresiasi luar biasa atas terselenggaranya kegiatan yangberlangsung di sekolahnya. Dia mengharapkan kegiatan itu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan dan peningkatan mutu pendidikan  di Kabupaten OI.

Senada dengan hal itu Sarono P Sasmito yang juga anggota Dewan Pembina Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten OI mengharapkan agar kegiatan itu ditindaklanjuti ke satuan pendidikan  masing-masing sehingga sosialisasi tentang P4GN  capaiannya lebih efektif lagi.

Foto: Dok Disdikbud OI

Teks/Editor: Sarono P Sasmito, SPd