Mantan Ketua Kadin Sumsel Sesalkan Dicabutnya Status Bandara SMB II Sebagai Bandara Internasional, Minta Pemprov Tidak Diam Saja

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG – Dicabutnya status Bandara SMB II Palembang dari sdmula Bandara Internasional, kini menjadi Bandara Domestik, disesalkan Mantan Ketua Kadin Sumsel 2005 – 2015.

Padahal saat ia menjabat Ketua Kadin Sumsel, di tahun 2008, Ahmad Rizal menjadi salah satu pejuang pariwisata di provinsi ini.

Tepatnya pada 2008 lalu, dia menggaungkan Visit Musi bersama Gubernur Sumsel saat itu Syahrial Oesman dan Walikota Palembang Eddy Santana Putra.

Rizal mengaku, saat itu dia berjuang mempromosikan wisata hingga akhirnya Sumsel menjadi semakin dikenal potensinya.

Bahkan banyak perubahan positif terjadi di provinsi ini.

“Kami terus berupaya membesarkan wisata Sumsel melalui Kadin demi memacu ekonomi Sumsel,” jelasnya

Namun, kini dia justru mendapatkan berita pencabutan status internasional Bandara SMB II. Ini menurutnya sangat disayangkan.

Padahal, secara kriteria bandara di Palembang, Sumsel tak kalah dibandingkan Bandara di Sumatera Barat dan Riau.

Berikut adalah lima kriteria utama yang menjadi tonggak dalam proses transformasi untuk menjadi Bandara Internasional:

Rencana Induk Nasional Bandar Udara

Rencana induk nasional Bandar Udara menjadi panduan utama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan bandara.

Langkah-langkah ini mencakup penetapan lokasi strategis, penyusunan rencana induk, hingga pengembangan infrastruktur yang sesuai dengan standar internasional.

Pertahanan dan Keamanan Negara

Aspek pertahanan dan keamanan negara menjadi fokus utama dalam transformasi menjadi bandara internasional.

Hal ini mengharuskan implementasi kebijakan yang sesuai dengan standar keamanan internasional, serta kerja sama yang erat dengan otoritas terkait dalam menjaga keamanan operasional bandara.

Pertumbuhan dan Perkembangan Pariwisata

Potensi pertumbuhan dan perkembangan pariwisata menjadi faktor penting dalam memperoleh status bandara internasional.

Lokasi bandara yang strategis, terutama di daerah tujuan wisata, serta ketersediaan infrastruktur pendukung seperti akomodasi dan transportasi, menjadi pertimbangan utama dalam menarik wisatawan asing.

Kepentingan dan Kemampuan Angkutan Udara Nasional

Potensi angkutan udara dan permintaan dari dalam dan luar negeri menjadi pertimbangan penting. Bandara internasional harus mampu mengakomodasi volume penumpang dan kargo yang meningkat, serta memiliki layanan yang memenuhi standar internasional untuk mempertahankan daya saing di pasar global.
Rencana induk nasional Bandar Udara menjadi panduan utama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan bandara.

Langkah-langkah ini mencakup penetapan lokasi strategis, penyusunan rencana induk, hingga pengembangan infrastruktur yang sesuai dengan standar internasional.

Pertahanan dan Keamanan 
Aspek pertahanan dan keamanan negara menjadi fokus utama dalam transformasi menjadi bandara internasional.

Hal ini mengharuskan implementasi kebijakan yang sesuai dengan standar keamanan internasional, serta kerja sama yang erat dengan otoritas terkait dalam menjaga keamanan operasional bandara.

Potensi pertumbuhan dan perkembangan pariwisata menjadi faktor penting dalam memperoleh status bandara internasional.

Lokasi bandara yang strategis, terutama di daerah tujuan wisata, serta ketersediaan infrastruktur pendukung seperti akomodasi dan transportasi, menjadi pertimbangan utama dalam menarik wisatawan asing.

Kepentingan dan Kemampuan Angkutan Udara Nasional

Potensi angkutan udara dan permintaan dari dalam dan luar negeri menjadi pertimbangan penting. Bandara internasional harus mampu mengakomodasi volume penumpang dan kargo yang meningkat, serta memiliki layanan yang memenuhi standar internasional untuk mempertahankan daya saing di pasar global.

Pengembangan Ekonomi Nasional dan Perdagangan Luar Negeri

Kontribusi terhadap pengembangan ekonomi nasional, khususnya dalam perdagangan luar negeri, menjadi tujuan utama. Bandara internasional diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan yang memperluas jaringan bisnis serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi regional.

Untuk itulah, dia mengaku akan berjuang kembali mengembalikan status Bandara Internasional di Bandara SMB II Palembang.

Terutama dengan melakukan berbagai upaya ke PT AP 2 yang merupakan pengelola bandara tersebut. Begitu juga ke Kementerian BUMN.

Selain itu, dia juga meminta Pemprov Sumsel tidak diam saja atas hal tersebut. Sebab, jika ini terus saja terjadi, maka dia menilai ada kemunduran dari Sumsel.  Bahkan dampaknya bisa menjadi lebih buruk lagi.

Terutama dengan melakukan berbagai upaya ke PT AP 2 yang merupakan pengelola bandara tersebut. Begitu juga ke Kementerian BUMN.

Selain itu, dia juga meminta Pemprov Sumsel tidak diam saja atas hal tersebut. Sebab, jika ini terus saja terjadi, maka dia menilai ada kemunduran dari Sumsel. 

Bahkan ke depan dampaknya bisa menjadi lebih buruk lagi. (*)