7 KPP Sita Aset 9 Wajib Pajak, atas Tunggakan Rp 27,5 Miliar

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Sebanyak 7 (tujuh) Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di wilayah Kanwil DJP Sumatera
Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung melakukan kegiatan Sita Serentak terhadap sembilan Wajib Pajak, Kamis (15/07/2021). Sita serentak ini merupakan upaya penagihan aktif dalam rangka penegakan hukum di bidang perpajakan.

Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung Muhamad Riza Fahlevi mengatakan, Sita Serentak kali ini dilakukan oleh 7 KPP di wilayah Kanwil Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung yaitu KPP Madya Palembang, KPP Pratama Baturaja, KPP Pratama Lahat, KPP Pratama Lubuk Linggau, KPP Pratama Kayuagung, KPP Pratama Pangkal Pinang, dan KPP Pratama Bangka.

“Penyitaan adalah salah satu langkah penegakan hukum perpajakan sebagaimana diatur dalam Pasal 12 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000. Untuk menjaga kelancaran dan menyukseskan kegiatan tindakan penagihan serentak ini, KPP bekerjasama dengan aparat keamanan setempat,” jelas dia.
 
Kegiatan Sita Serentak ini dilakukan terhadap 9 Wajib Pajak yang mempunyai total sisa tunggakan sebesar Rp27.538.939.217,00 dengan hasil sitaan berupa 8 rekening bank, uang tunai, 1 mobil (belum dilakukan penilaian), dan 1 Tanah/bangunan dengan total nilai Rp677.369.439,00 lebih.

Kegiatan Sita Serentak ini merupakan kali ketiga di tahun 2021 dan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung sebagai upaya untuk memberi efek jera terhadap Wajib Pajak yang memiliki tunggakan pajak agar segera memenuhi kewajibannya.

Penyitaan adalah tindakan Jurusita Pajak untuk menguasai barang Penanggung Pajak guna dijadikan jaminan untuk melunasi utang pajak menurut peraturan perundang-undangan. Barang sitaan tersebut. Selanjutnya akan dilelang apabila dalam jangka waktu 14 hari setelah penyitaan jika utang pajak tetap
tidak dilunasi.

“Upaya penagihan serentak dalam bentuk Sita Serentak ini diharapkan, dapat meningkatkan
penerimaan pajak di Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan akan meningkatkan kesadaran Wajib Pajak lainnya terhadap pemenuhan kewajiban perpajakannya,” jelasnya. (*)

Teks : rilis
Editor: maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait