8.3 Ton Ikan Giling Berformalin Disita di Palembang, Jenis Ikan Kakap

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG |Sebanyak 8,3 ton ikan giling berformalin digagalkan peredaran di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Polisi sebut ikan giling positif formalin itu di pasar induk Jakabaring Palembang dan sudah beredar sejak satu tahun lalu.

Informasi yang dihimpun, penemuan tersebut berhasil diungkap pada Selasa 27 April 2021 sekitar pukul 23.30 WIB lalu.

Berawal ketika Tim gabungan menggelar operasi di Pasar Induk Jakabaring, 15 Ulu, Palembang, dan menemukan 1 kilogram ikan giling yang diduga mengandung bahan kimia berbahaya berupa formalin atau bahan pengawet mayat.

“Malam ini kita menggelar ungkap kasus penemuan ikan giling yang positif mengandung bahan berbahaya (formalin) seberat 8,3 ton,” kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Irvan Prawira di pasar induk Jakabaring, Jumat (30/4/2021).

Pihaknya, kata dia, bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang dan Balai Karantina Ikan Kelas 1 Sultan Mahmud Badarudin Ii Palembang serta Dinas Perikanan Kota Palembang menemukan ikan giling mengandung formalin jenis kakap.

“Penemuan ikan giling berformalin ini terjadi pada 27 April 2021 lalu sekitar pukul 23.00 WIB di Pasar Induk Jakabaring. Hasil temuan itu kami uji lab di BPOM dan Balai Karantina Ikan dan hasilnya ikan giling ini mengandung bahan berbahaya berupa formalin sehingga kita menyita ikan giling Merk Isti ini sebanyak 8,3 ton,” ungkapnya.

Dirinya menuturkan, bahwa ikan giling ini sebelumnya sudah beredar di masyarakat dan sudah di produksi selama satu tahun terakhir ini.
“Kita sudah mengamankan dua terduga tersangka dari penyuplai dan pedagang berisinial,” katanya.

Untuk saat ini, lanjut Irvan, pihaknya masih melakukan pengembangan guna mengungkap hingga ke akarnya terkait peredaran ikan giling berformalin tersebut.

“Untuk jenis ini penjualannya se-Kota Palembang, sehingga kita berhasil mengetahui distributornya,” ucapnya.

Untuk modusnya sendiri, sambung Irvan, para pelaku menjual dan mengedarkan ikan giling yang mengandung formalin dan hasilnya sudah beredar di masyarakat.

“Dengan temuan ini kita berharap agar dapat membasmi peredarannya hingga ke akarnya sehingga masyarakat menjadi aman dari peredaran barang yang mengandung bahan berbahaya sepeti ini,” terangnya.

Dalam kasus ini, kata Irvan, pihaknya mengamankan dua terduga tersangka yaitu inisial Z, agen ikan giling, dan seorang tersangka dari pemilik ikan giling.

“Barang bukti yang kita amankan 8 ton ikan giling diduga berformalin milik CV CI, dan 300 kilogram milik tersangka Z, selaku agen di Pasar Induk Jakabaring,” jelasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka ditahan dan dijerat undang-undang tentang pangan dan terancam kurungan penjara.

“Pelaku ditahan dan dijerat dengan Pasal 8 ayat 1 huruf A, G dan I UU No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 136 dan atau Pasal 141 UU No 18 Tahun 2012 Tentang Pangan, ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun,” tegasnya.
.
Sementara, Tedi, Pejabat BPOM Palembang menjelaskan, bahwa ikan berformalin tersebut merupakan jenis ikan kakap.

“Jenis ikan giling itu adalah ikan kakap Memang dampaknya pada manusia jangka panjang karena formalin merupakan bahan kimia pengawet mayat,” tutup Tedi. (*)

Teks: rilis
Editor: maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait