Adab Ditengah Kemajuan Teknologi

Oleh : Novi Irawan, S.Si, MM

 

SWARNANEWS.CO.ID | Perkembangan teknologi di berbagai lini menyebabkan banyaknya perubahan pada masyarakat, baik dalam dunia bisnis, komunikasi, dan lain sebagainya. Pengaruh disrupsi terhadap masyarakat sangat besar. Masyarakat yang malas membaca akan tergerus oleh waktu dan tertinggal dengan teknologi informasi, tidak mau merubah pola pikir juga gaya hidup akan perlahan punah dengan peradaban baru.

Di era ini kerjasama atau kolaborasi akan sangat menentukan masa depan seseorang bahkan suatu bangsa. Karena Teknologi adalah amputasi kemanusian. Karena demikian mampu mengamputasi kesadaran ruang dan waktu bahkan kinerja otak yang cenderung malas mengingat dan menghapal.

Kemajuan ilmu dan teknologi yang makin maju dewasa ini telah menimbulkan berbagai macam perubahan dalam tatanan kehidupan manusia, termasuk perubahan dalam tatanan sosial dan moral yang dahulu sangat dijunjung tinggi, kini tampaknya meluncur kepada kurang diindahkan. Kehidupan manusia makin bertambah mudah dengan penemuan berbagai ilmu dan teknologi, sehingga jarak antara dua tempat yang selama ini dianggap sangat jauh terasa dekat.

Ruang dan waktu seolah‐olah bukan faktor penghalang bagi kegiatan manusia untuk melakukan kegiatan tertentu. Informasi tersebar dengan amat cepatnya melalui media sosial seperti FB, twitter, Instagram, WAG dan lainnya.

Kemajuan teknologi memang memberikan pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat, memudahkan segala urusan, bahkan dinilai lebih efektif dari berbagai lini. Masyarakat harus semakin terbuka dengan teknologi dan informasi, banyak hal yang harus diketahui agar mampu membaca tantangan zaman, jika tidak ia akan tumbang dan tertinggal dari kemajuan. Pendidikan adab saat ini sudah saatnya diberi prioritas utama. Sebab masalah yang mendasar yang dihadapi umat modern saat ini bukanlah, mundurnya sains dan teknologi.

Namun masalah besarnya adalah hilangnya nilai-nilai adab/akhlak dalam ilmu pengetahuan (the loss of adab). Lembaga pendidikan mempunyai peranan yang cukup penting dalam membentuk kepribadian dan tingkah laku moral anak. Lembaga pendidikan   juga mempunyai peranan yang cukup penting untuk memberikan pemahaman dan benteng pertahanan kepada anak agar terhindar dari jeratan negatif media social (Medsos).

Oleh karena itu sebagai antisipasi terhadap dampak negatif media social tersebut, lembaga pendidikan selain memberikan bekal ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS), serta ketrampilan berfikir kreatif, juga harus mampu membentuk manusia    Indonesia   yang   berkepribadian,bermoral,   beriman   dan   bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Aqidah akhlak yang seharusnya mengiringi penggunaan teknologi agar konsep Hablu minannas tidak tergerus oleh zaman. Hal  yang paling miris menurut saya adalah kemunduran adab bertegur sapa melalui sosial media ataupun aplikasi messaging lainya yang saat ini adalah orang Indonesia atau kebanyakan orang tidak lagi mengucapkan salam pembuka dengan baik dan tergantikan oleh satu kata singkat “Assw”,hal ini sangatlah miris mengingat Indonesia adalah negara mayoritas muslim dan merupakan muslim terbesar di dunia.

“Penerapan Aqidah akhlak juga sangat diperlukan bagi pengguna teknologi dan informasi, jika tidak maka penyebaran hoax yang merugikan akan menyebar bebas dan luas. Kecurangan dalam bisnis akan merajalela, dan begitu pula pada diri manusia menekankan aqidah yang baik dalam menjalani kehidupan agar tidak termakan berita hoax ataupun bersikap amoral, perlu adanya nilai agama yang dapat membingkai dalam penggunaan teknologi dengan sikap bijak untuk mengelola diri, karena tidak dipungkiri bahwa penggunaan media sosial (medsos) akan semakin terus bertambah seiring berkembangnya zaman. Data BPS Kabupaten Musi Rawas 2020, pengguna telepon seluler  (HP) / Nirkabel atau komputer (PC/Desktop, Laptop,/notebook, Tablet) sebesar 80,45%  dilihat dari pendidikannya, SMP keatas sebesar 94,40% kemudian berpendidikan Sekolah Dasar sebesar 71,50% yang menggunakannya. Kemudian penduduk yang mengakses internet (termasuk Facebook, Twiter, Whatsapp, BBM) sebesar 36,41% dimana jika dilihat dari pendidikan penduduk yang berpendidikan SMP keatas sebesar 61,89% mengakses internet dan penduduk yang berpendidikan SD sebesar 20,05% yang mengakses internet, dengan data tersebut ini menunjukan bahwa semakin majunya teknologi serta diterima oleh masyarakat dan akan semakin meningkat ditahun-tahun kedepan.

Akses internet yang semakin mudah dan banyaknya informasi yang mudah didapat dari sosial media terutama bagi anak-anak hendaklah menjadi awasan penting orang tua agar tidak kebablasan dalam mengakses internet. Kemudahan ini berdampak semakin meningkatnya pengguna teknologi baik dewasa maupun anak-anak, perkembangan teknologi saat ini membawa anak-anak yang sejak kecil terbiasa menggunakan gadget mengalami disrupsi budaya, Karena tidak memiliki kemampuan emosional yang baik, tidak memahami bagaimana membangun relasi yang baik.

Dahulu anak-anak saat bermain sering terjadi konflik antar teman, dan mereka akan mencari cara untuk menyelesaikannya, dari situ mereka belajar bagaimana menjalin relasi yang baik bersama teman, dan mampu menahan emosi.

Sejalan dengan sains dan teknologi keberadaan teknologi tidak boleh disakralkan dan digunakan secara berlebihan yang melanggar batas kewajaran. Kemajuan teknologi yang perlu dimanfaatkan secara baik maka akan menghasilkan masyarakat yang bijak, membangaun adab berbudaya di tengah kemajuan teknologi bagi generasi muda saat ini adalah tanggung jawab bersama, untuk mempersiapkan generasi muda yang beradab dan berbudaya tentu berarti turut mempersiapkan generasi penerus yang maju, beradab dan berbudaya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait