AKSI Segera Laporkan Dugaan Suap KPU Mura

SWARNANEWS.Co.Id, Selasa, 24/1/2023, Aliansi Kawal Demokrasi Silampari (AKSI) yang terdiri dari Relawan Cerdas, Barikade ’98, eks angkatan reformasi 98, dan elemen HMI Komisariat Cabang Lubuklinggau segera melakukan aksi nyata.

Aliansi Kawal Demokrasi Silampari (AKSI), segera laporkan dugaan suap KPU Mura ke APH. Foto: Rehan Akil, Selasa,24/1/2023.

Aksi nyata tersebut berupa penyampaian pendapat umum atau demonstrasi hingga melaporkan secara tertulis ke APH (Aparat Penegak Hukum) dugaan pidana suap yang dilakukan oleh KPU Mura saat rekrutmen PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan PPS (Panitia Pemungutan Suara) Pemilu 2024.

Ketua Barikade 98 Silampari, Abdul Hamim bertindak sebagai juru bicara AKSI saat jumpa pers menyatakan pihaknya akan melaporkan secara terbuka dan sekaligus mendesak Kapolres Musi Rawas agar mengusut tuntas dugaan tindak pidana suap yang dilakukan oleh KPU Mura.

Koordinator AKSI dan juga Direktur Eksekutif Relawan Cerdas, Bahet Edi Kuswoyo, SP, SH, MH. Foto: Rehan Akil, Selasa, 24/1/2023.

Hal ini sangat penting lanjut Hamim mengingat alam demokrasi yang kita nikmati saat ini kita peroleh tidak mudah. Banyak jatuh korban seperti tragedi Semanggi 1998, banyak juga aktivis pergerakan hilang dan tak terendus hingga hari ini.

Senada dengan Hamim, Koordinator AKSI yang juga merupakan pelapor pelanggaran administrasi KPU Mura dalam rekrutmen PPK, Bahet Edi Kuswoyo, SP, SH, MH menegaskan pihaknya akan terus berjuang hingga titik darah terakhir untuk membuktikan bahwa laporannya bukanlah pepesan kosong.

“Hingga terakhir pembacaan putusan majelis pemeriksa oleh jajaran komisioner Bawaslu Musi Rawas hari ini. Saya masih yakin bahwa laporan kami merupakan kebenaran yang harus diperjuangkan”, tegas Bahet, usai menghadiri sidang keenam merupakan sidang terakhir dengan agenda pembacaan putusan Bawaslu Mura, Selasa, 24/1/2023.

Terpisah, Kader HMI Komisariat Hukum UNIBI, Reza Febriansyah, menyatakan akan turut andil mengawal dugaan suap dan praktik tidak jurdil yang dilakukan oleh KPU Mura.

“Sebagai mahasiswa yang mengandalkan kekuatan intelektual dan moral maka kami sangat peduli terhadap dugaan penyimpangan yang dilakukan KPU Mura itu. Tidak saja menciderai bangunan demokrasi tetapi dapat mengancam eksistensi NKRI”, tegas Reza.

 

Teks : Tim
Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *