Arbitrase sebagai Langkah Penyelesian Sengketa Terbaik Kian Sexy

SWARNANEWS.CO ID | “Studi Banding Penyelesaian Sengketa Bisnis melalui Arbitrase di Indonesia dan di Rusia di Era Industri 4.0”, akhirnya dipilih menjadi tema dan isu sexy dalam diskusi Interaktif Indonesia Arbitrators Institute (IArbI) dan BHP Institute Bersama PPs Unla, sebagai tindak lanjut dari penandatangan Kerja Sama MoU dan MoA antara Program Pascasarjana Universitas Langlangbuana (PPs Unla) Bandung dengan BANI Perwakilan Bandung, diharapkan mampu memberikan gambaran gamblang upaya penyelesaian sengketa terbaik untuk kelangsungan bisnis jangka panjang.

Direktur PPs Unla Prof. Dr. D.Cristine mengemukakan mengharapkan kegiatan ini akan menambah wawasan internasional bagi Para Mahasiswa PPs Unla mengenai penyelesaian sengketa bisnis di Indonesia dan di Rusis khususnya sengketa perdagangan Internasional, sistem hukum masing-masing, dan yang terkait dengan hukum.

Oleg Orlov Advokat Rusia tampil sebagai nara sumber pada acara tersebut mengemukakan, terdapat persamaan dan perbedaan mengenai penyelesaian sengketa bisnis di Rusia dan di Indonesia.

Di Rusia terdapat Pengadilan Arbitrase Negara dengan ruang lingkup kewenanannya dan Pengadilan Arbitrase Swasta dengan ruang lingkup kewenangannya. Dalam sejarah terdapat, Rusia memiliki ebih dari 1400 Pengadilan Arbitrase Swasta, namun semenjak Tahun 2017 hanya terdapat empat Pengadilan Arbitrase Swasta.

Berbeda dengan di Indonesia terdapat Lembaga Arbitrase Swasta, seperti BANI Arbitration Center (didirikan Tahun 1977).

Baik Rusia maupun Indonesia merupakan anggota Konvensi New York 1958 tentang Pelaksanaan Putusan Arbitrase Asing.

“Jadi tidak ada masalah dan banyak lagi persamaannya, sesuai prinsip-prinsip, asas dan doktrin yang ada Alam arbitrase. Seperti Klausula / Perjanjian Arbitrase, Kewenangan, proses lebih cepat, pemilihan arbiter / majelis arbitrase, dilakukan dalam persidangan tertutup,” ujar Oleg Orlov.

Acara yang dipimpin oleh Dr. Jafar Sidik, SH,MH, MKn, FCBArb dipandu oleh e moderator, yang juga Dosen PPs Unla, PPs MKn Unisba, PPs MKn Untar, Sekretaris Jenderal IArbI, Arbiter BANI.

Turut hadir pula oleh Asdir I PPs Unla Dr.Panji, dan lebih dari 80 Mahasiswa PPs dari berbagai Prodi MIH, MIP, MIT dan lainya.

“Para Mahasiswa PPs Unla sangat antusias dan aktif hingga akhir acara dan mengharapkan acara serupa dapat diadakan secara rutin bagi Mahasiswa PPs Unla guna menambah wawasan global / Internasional tentang penyelesaian sengketa bisnis / perdagangan melalui arbitrase,”ujar Rahma, S.H. Mahasiswa MIH yang juga Alumni Fakultas Hukum Unla (JS, 18012020).

Melalui kegiatan ini, semua pihak selain diuntungkan, juga mampu membangun pertumbuhan ekonomi jangka panjang sehat dan dinamis.(*)

Teks/Editor : Ril/Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait