Aris & Intan Ibarat Nahkoda dan Kompas

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Dalam agama Islam tentunya pernikahan adalah sebuah keharusan yang harus dilakukan bagi umat muslim, apalagi bagi mereka yang sudah cukup umur. Tujuan pernikahan atau perkawinan adalah untuk memperoleh keluarga yang Sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Sakinah dalam bahasa Arab memiliki arti kedamaian, tenang, tentram, dan aman. Asal mula kata ini berasal dari Al-Qur’an surah 30:21 (Ar-Rum), yang mana pada ayat ini tertulis “Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang”.

Sedangkan Mawaddah dalam bahasa Indonesia bisa diartikan cinta atau sebuah harapan. Kata ini juga ada pada Al-Qur’an surah 30:21 (Ar-Rum), Wa rahmah tidaklah jauh dari kata sakinah dan mawaddah. Sebab ketiga kata ini memiliki sebuah hubungan yang saling berkaitan. Wa rahmah dalam bahasa Indonesia dapat diartikan “dan kasih sayang”.

Berdasarkan niat yang kuat serta kepercayaan diri dan merasa cocok dengan pilihan hati, membuat Aris Setiawan putra kedua dari Bapak Ansori (alm) dan Ibu Edayati akhirnya menjatuhkan pilihan dengan mempersunting Destriani Intan Putri, S.IP putri ketiga Bapak Kunedi dan Ibu Atika Wati yang telah melakukan akad nikah, Jumat (4/1/2019) bertempat di Jl. Asia No.59, Plaju Ulu di rumah mempelai perempuan.

Sedangkan resepsi dilaksanakan di Gedung Serbanguna Dekranasda Jakabaring Palembang, Minggu (6/1/2019). Resepsi dihadiri ratusan tamu undangan serta sanak keluarga yang hadir untuk memberikan doa restu kepada kedua mempelai.

Satu persatu prosesi acara digelar, baik dari pembukaan serta sambutan-sambutan. Hamdani salah satu keluarga Intan dalam sambutan mempelai perempuan merasa berbahagia dengan resepsi Intan dan Aris.

Dalam kesempatan tersebut Hamdani berharap kepada Aris untuk selalu menjaga Intan dengan membentuk keluarga Sakinah, mawaddah, wa rahmah. “Laki laki yang sukses berkat dukungan seorang wanita yang tangguh, ajaklah berdiskusi, ngobrol bersama tentang masa depan, dan jadikan moment yang ada untuk saling berbagi dalam hidup dan kehidupan,” harapnya.

Sementara sambutan mewakili mempelai laki-laki, Amsir, S.IP mengucap Alhamdulliah syukur atas adanya pernikahan ini, dapat menyatukan keluarga Seberang Ulu dan Seberang Ilir.

“Kami sebagai pamanya menitip kepada Pak Kunedi sekeluraga, anak kami Aris Setiawan, dan juga adik kami Destriani Intan Putri kami anggap anak kami sendiri bukan sebagai menantu atau yang lain,” jelasnya singkat.

Wasista Bambang Utoyo yang mewakil tamu dan undangan dalam sambutannya mengatakan, kedua mempelai membentuk keluarga kecil yang akan membesar. Hari ini adalah perayaan untuk memberitahukan kepada halayak, bahwa mereka sudah menjadi satu keluarga.

“Tentu banyak perjanjian dan komitmen yang diatur mulai pacaran sampai nikah, tapi komitmen saat menikah itulah yang menjadi penting, artinya disaksikan oleh Allah SWT,” ujarnya.

Wasista menambahkan, yang terpenting adalah kesepakatan saling menghormati, baik menghormati orang tua, menghormati masing-masing kedua mempelai dan juga keluarga besar. “Saling menghargai suami istri dan keluarga besar, kalau ini dilakukan tidak ada persoalan,” jelasnya.

“Intan dan Aris, kalau suami adalah nakhoda yang akan memimpin pelayaran menuju tempat tujuan, istri adalah kompasnya, kalau dua ini bergabung nakhoda dan kompas, Insya Allah akan sampai ke tempat tujuan,” ungkapnya.

Teks/Editor : Asri

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait