Asap Hilang Banjir Datang, Apa Solusinya

Pemuda NKRI Gagas Solusi Banjir

 

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Berdasarkan data normal Stasiun Meteorologi SMB II Palembang dalam kurun waktu 30 tahun terakhir untuk curah hujan pada Desember dan Maret untuk Wilayah Sumatera Selatan merupakan yang paling tinggi, seiring menguatnya Angin Muson China Selatan yang sarat uap air melewati Wilayah Sumsel, sehingga berpotensi hujan disertai petir dan angin kencang.

Usai kemarau panjang yang melanda Kota Palembang dan sekitarnya untuk tahun  ini memang cukup panjang dan kini memasuki musim hujan, dampak dari tingginya curah hujan tentunya antisipasi banjir yang bakal melanda Kota Palembang.

Menyikapi hal tersebut Pemuda NKRI menggagas obrolan “Asap menghilang, siap siap banjir datang apa solusinya”, dihadiri Anggota Komisi V DPR RI, Ir H Eddy Santana Putra, Bumi Institut diwakili Hairot Sudarso, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Sriwijaya Dr Andreas Leonardo SIP MSi, Walikota Palembang diwakili Staf Ahli Walikota Palembang, Kepala Dinas PU Kota Palembang , Bastari Yusak dan Inisiator Pemuda NKRI Ahmad Marzuki, Minggu (22/12/2019) malam di Hotel Swarna Dwipa Palembang.

Eddy Santana mengatakan, terkait banjir yang melanda Kota Palembang memasuki musim hujan saat ini, memang perlunya komitmen bersama.

“Saya dikomisi V bisa buat program dan bisa bantu Walikota, kalau APBD kota mampu bagus, namun kalau tidak mampu sendirian usulkan ke provinsi, kalau tidak mampu juga APBN tentunya kita yang ada di komisi V tempatnya mengadu, berjuang mengusulkan,” jelasnya.

Menurutnya, untuk persoalan banjir memang tidak bisa langsung di atasi. “Tiap tahun harus ada komitmen, harus berkurang sampai hilang sama sekali,” ucapnya.

Ia menambahkan, untuk daerah Sekip Bendung akan beres sebentar lagi, mungkin bulan depan sudah setelah uji coba dan normalisasi, Sekip Bendung beres, tapi yang lain lain juga sudah dikerjakan.

Menurutnya, kegiatan ini luar biasa apalagi di undang Pemuda NKRI, terkait kinerja kami, kami siap membantu, ungkapnya.

Sementara Pengamat Kebijakan Publik Universitas Sriwijaya Dr Andreas Leonardo SIP Msi mengatakan, pada dasarnya semua punya komitmen tentang banjir.

“Konsepnya disamping kebijakan publik, jadi banjir ini tidak selesai oleh pemkot saja tapi harus didukung daerah lain, seperti Banyuasin dan Indralaya (Ogan Ilir), serta koordinasi dengan kecamatan,” ujarnya.

Jadi harus ada pemetaan seperti wilayah perbatasan harus diajak kerjasama, dan ini urusan wajib daerah.

“Harus ada kerja tim untuk level pemerintahan, baik pendanaan dan politik will,” bebernya.

Sementara Bumi Institut diwakili Hairot Sudarso, mengatakan ini persoalan semua pihak mau tidak menjalankan komitmennya.

“Sebesar apapun besarnya pompa, tetap banjir, kita harus berfikir melahirkan pemuda yang ware terhadap lingkungan,” jelasnya.

Inisiator Pemuda NKRI Ahmad Marzuki mengatakan, Obrolan Pemuda NKRI denggan tema, Asap Menghilang, Siap Siap Datang Banjir, Apa Solusinya, diskusi ini adalah untuk menyerap, mensinergi dan mengkomunikasikan para pemuda-pemuda yang ada di Sumatera Selatan, terkhusunya  pemuda yang tergabung dalam pemuda NKRI .

“Maka dalam teorinya tak kenal maka tak sayang, kami merangkum lagi dan kedua soal rumusan akan kami buat dan tepat sasaran,” jelasnya.

Menurut sang Inisiator, dirinya mengucap syukur Alhamdulliah karena undangan juga cukup antusias. “Kami juga mengucapkan terimakasih kepada peserta dan kepada narasumber untuk kegiatan hari ini,” ungkapnya

Ia menuturkan, dialog semacam ini bakal minimal 1 bulan sekali, tentunya isu-isu nasional yang akan diangkat.

“Seperti kemarin kami mengangkat isu radikalisme, dan yang kedua ini kami mengangkat isu keterkinian Kota Palembang soal asap menghilang siap-siap datang banjir, bagaimana keluhan masyarakat dari kota Palembang, ke depan juga saya akan mengangkat isu-isu nasional,” jelasnya.

Teks : Asri
Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait