Banyak Babi Hutan Mati Mendadak, Pemda PALI Keluarkan Surat Imbauan

SWARNANEWS.CO.ID, PALI| Hama babi menyerang banyak babi hutan mati mendadak saat di temukan warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sedang menyadap karet.

Melihat fenomena ini Pemerintah Daerah Kabupaten PALI bergegas mencari tahu melalui Dinas Perikanan melakukan indentifikasi didampingi Dokter hewan yang handal terhadap bangkai Babi yang mati sehingga ditemukan sebuah nama penyakit ASIAN SWINE FAVER (ASF) atau disebut Demam Babi.

Tidak cukup disitu Pemda PALI untuk meredam kekhawatiran Masyarakat, terungkap disampaikan Kadin Perikanan dan Peternakan Mariono, SE. Msi, (27/5/2021) menjelaskan , bahwa Pemda PALI telah mengeluaran surat Himbauan untuk Masyarakat dan nyatakan Penyakit ini tidak Menular. Tertuang dalam surat edaran :

Nomor 319/SE/Perikanan/2021 tanggal 16 mei 2021 ditanda tangani an. PJ. Bupati Penukal Abab Lematang Ilir, Drs. Usman Gumanti, Msi ( Assisten II bid. Pembangunan)

Dengan isi Himbaun sebagai berukut :

1. Dihimbau kepada Masyarakat apabilah menemukan Babi Mati di mana saja agar segera ditanam sedalam 1,5 meter. dan ditabur kapur diatas bangkai tersebut.

2. Membakar bangkai babi sampai hangus.

3. Tidak diperkenan membuang bangkai Babi aliran sungai atau Danau.

4. Dan bila selesai penanaman atau pembakaran bangkai babi segera melapor Kepala Desa setempat untuk didata.

Mariono menambahkan, Penyakit Deman Babi ini tidak menular ke Manusia atau hewan lainya.

“Hanya saja apabila bangkai Babi tidak ditanam hingga membusuk akan mengeluarkan bau tidak sedap dan bukan tidak mungkin mengundang bentuk virus penyakit lainya,” ujar Kadin Perikanan ini.

Terkait banyaknya kematian Babi, diperkuat oleh Arivai Kades Tanding Marga Kecamatan penukal Utara, bahwa sudah banyak warganya yang melapor atas beberapa Babi ditemukan mati mendadak dilahan kebun para petani karet.

“Atas surat Himbauan Pemda PALI yang disampaikan Camat Penukal utara ke pihak Desa, akan disosilisasikan ke Masyarakat sehingga kekhawatiran issue penularan penyakit ini akan segera dipahami oleh setiap warga Masyarakat,” pungkasnya.

Teks: Sangkut
Editor: Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait