Banyak Tak Patuhi Prokes Sejak Jelang Ramadan, Penyebab Tingginya Kasus Covid19 di Sumsel

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Sejak masa awal pandemi Covid-19 merebak, salah satu perdebatan yang kerap muncul adalah kemungkinan virus Corona menyebar lewat udara atau tidak.

Dalam laporan resmi yang diunggah pada awal Juli tahun lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, Virus Corona memang bisa menyebar melalui udara. Namun, masih banyak pihak yang meragukan kesimpulan tersebut.

Nah, belum lama ini, laporan WHO yang menyatakan kemungkinan penyebaran virus Corona lewat udara, juga didukung oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

Di situs resminya, CDC menyebutkan virus Corona dapat menyebar melalui tetesan liur (droplet) atau partikel kecil yang diproduksi seseorang saat bernapas.

“Virus di udara, termasuk Covid-19 paling menular dan mudah menyebar,” demikian penjelasan dalam situs CDC.

Sebelum panduan itu diperbarui, CDC menyatakan, Covid-19 diperkirakan menyebar saat seseorang berada dalam jarak dekat dengan orang lain, sekitar dua meter.

CDC juga menyebutkan, Covid-19 bisa menyebar lewat tetesan pernapasan saat seseorang yang terinfeksi virus berbicara dan mengalami batuk atau bersin. Menurut analisa data penelitian kesehatan Kemenkes RI.

Sementara saat dihubungi Kepala Dinas Kesehatan Prov Sumsel Dra Lesty Nurainy Apt ,M.Kes, Minggu (25/04/2021), mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan kasus Covid-19. Lesty menyebutkan, salah satu faktor meningkatnya kasus dalam waktu terakhir ini yakni, masih banyaknya kegiatan yang menimbulkan kerumunan masyarakat.

“Masyarakat belum berdisiplin mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Hal ini diperburuk oleh perilaku masyarakat yang suka berkerumun sehingga meningkatkan risiko penularan.”

Kemudian, disiplin masyarakat menerapkan protokol kesehatan semakin menurun, yakni jaga jarak, rajin mencuci tangan dengan sabun, selalu memakai masker. Seperti tak memiliki empati. Padahal telah ada banyak korban kematian kasus Covid-19 dan perlu menjadi perhatian beberapa hari terakhir ini. “Ruang isolasi dan tt ICU pada beberapa RS meningkat keterisiannya,” ujar dia.

Selain itu, faktor lain adalah mobilitas masyarakat yg luar biasa. Juga faktor lain, seperti kegiatan-kegiatan pertemuan, hajatan, dll sebelum bulan Ramadhan lalu, dan tidak lagi mengindahkan prokes. Tidak pula dibatasi jumlah pesertanya. “Intinya prokes hanya lips service saja, immplementasinya Nol (tidak ada).”

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel menambahkan, faktor lain penyebab meningkatnya kasus adalah, masih ada masyarakat yg takut melakukan tes ketika sudah memiliki gejala terjangkit Covid-19.

“Padahal, jika masyarakat dites dan positif, akan dilakukan isolasi dan mencegah penularan kepada orang lain. Mari kita timbulkan kesadaran masyarakat kita untuk menerapkan prokes secara ketat agar pandemi ini cepat berlalu,” tukasnya.

Sementara saat dihubungi awak media Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM melalui Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM, Minggu (25/04/2021) menjelaskan dari data, PERKEMBANGAN COVID-19 DI PROV. SUMSEL SAMPAI DENGAN HARI SABTU TANGGAL 24 APRIL 2021 :

A.SUSPEK jumlah : 42.943 orang, Keterangan :*
1). Probabel : 397 orang
2). Jadi Konfirmasi : 13.220 orang
3). Discarded : 28.492 orang
4). Proses : 834 orang
5). Kasus suspek baru : 63 orang

B Penambahan kasus baru positif Covid-19 di Sumsel per tgl 24 April 2021 sebanyak : 125 orang antara lain :*
• Kota Palembang : 47 orang.
• Kota Lubuklinggau : 2 orang.
• Kota Prabumulih : 5 orang.
• Kab. Oku Timur : 43 orang.
• Kab. Banyuasin : 3 orang.
• Kab. Muara Enim : 9 orang.
• Kab. Musi Banyuasin : 7 orang.
• Kab. Lahat : 8 orang.
• Kab. PALI : 1 orang.

C. Jumlah total kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 di Sumsel menjadi 19.732 orang, dengan Keterangan sebagai berikut :*
a) 957 orang Meninggal Dunia
b) 17.479 orang Sembuh
c) 1.296 orang masih proses ( 6,56% ), dengan Ket : 353 orang dirawat RS, 943 orang isolasi mandiri).

Dari data yg ada terlihat cukup besar kenaikan di wil OKUT. Untuk itu diharapkan kesadaran masyarakat supaya betul-betul mematuhi prokes, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam melaksanakan ibadah selama bulan suci Ramadhan. “Siapa yang akan menjaga kesehatan kita kalau bukan kita sendiri. Dan mari kita sama-sama patuhi protokol kesehatan,” ungkap KBP Supriadi MM. (*)

Teks: rilis
Editor: maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait