Banyuasin Mendapat Penghargaan dari BKKBN RI

SWARNANEWS.CO.ID, BANYUASIN | Kinerja Pemkab Banyuasin di bawah nahkoda Bupati Askolani Jasi dan Wakil Bupati Slamet Sumosuntono, kembali mendapat apresiasi dan pengakuan dari Pemerintah Pusat. Kali ini, Pemkab Banyuasin sukses dengan Pelayanan Sejuta Akseptor Keluarga Berencana(KB). Dan diganjar penghargaan dari BKKBN Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Kepala BKKBN RI Dr (HC) dr Harto Wardoyo kepada Bupati Banyuasin Askolani, dalam acara ramah tamah kunjungan Kerja Kepala BKKBN di rumah dinas Bupati Banyuasin Pangkalan Balai, Jumat (18/12/2020).

Penghargaan yang sama juga diterima Ketua TP PKK dan Dinas Kesehatan, yang ikut menyukseskan terlaksananya pelayanan Sejuta Akseptor di Bumi Sedulang Setudung Banyuasin.

Kepala BKKBN Harto Wardoyo dan Bupati Banyuasin Askolani, akan berkunjung ke Desa Telang Jaya Kecamatan Muara Telang. Guna meninjau pelaksanaan pelayanan KB bagi masyarakat di daerah perairan.

Dalam sambutannya Bupati Banyuasin Askolani menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuasin berkomitmen mendukung program keluarga berencana di Kabupaten Banyuasin. Pada Tahun 2021 Pemerintah Daerah Melalui OPD Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Banyuasin, mengalokasikan anggaran sebesar Rp 762.500.000.

Kemudian Honor Petugas Pembina KB Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD di 305 Desa Kelurahan. ”Kami akan tingkatkan lagi di tahun berikutnya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” tegas Bupati ini.

Menurut Bupati Askolani, dalam upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola program Bangga Kencana, kepada petugas lapangan, pihaknya memberikan pembekalan keterampilan dan pengetahuan sehingga para petugas lapangan dapat memberikan penyuluhan dan pelayanan kepada masyarakat. Terkait permasalahan yang berhubungan dengan perempuan dan anak. Yang berkaitan erat dengan permasalahan stunting, yakni kondisi gagal tumbuh kembang anak balita.

Upaya penanggulangan dan pencegahan stunting menjadi salah satu prioritas Pemerintah Daerah. Pada Saat Ini berdasarkan data dari Dinas Kesehatan kasus di Kabupaten Banyuasin terdapat stunting Sebanyak 2.295 Balita.

Dengan demikian Pemerintah Kabupaten Banyuasin secara bersinergi dan gotong royong bersama OPD terkait dan masyarakat, terus melakukan pendampingan pada keluarga. Bila ada permasalahan tentang gizi, ibu hamil, Pernikahan Dini dan masalah keluarga lainnya, dengan semangat gotong royong menyelesaikannya.

“Kita berharap melalui program Bangga Kencana ini kita wujudkan Keluarga Berkualitas menuju Banyuasin Bangkit Adil dan Sejahtera Berkelanjutan. Yang mampu memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengorbankan kebutuhan mendatang,” pungkasnya.

Sementara Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo, menyampikan ucapan selamat kepada Kabupaten Banyuasin yang telah memenangkan penghargaan pelayanan KB sejuta Akseptor.

“Memang kata pak Bupati Banyuasin betul, ekonomi tumbuh 60%. Karena konsumsi masyarakat. Dan bupati melakukan inovasi sendiri untuk pertumbuhan ekonomi seperti akan membuat produk air minum sendiri, itu sangat kami apresiasi.”

“Saya mengajukan anggaran empat triliun untuk program stunting ini ke pemerintah pusat. Dan akan saya anggarkan juga untuk pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam menghadapi stunting,“ terang Kepala BKKBN RI ini.

“Kita berharap mudah-mudahan cita-cita Bupati Banyuasin dalam Program Bangga Kencana Wujudkan Keluarga Berkualitas Menuju Banyuasin Bangkit Adil Dan Sejahtera, bisa tercapai,” harapnya. (*)

Teks : Nasir
Editor : Maya

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait