Batasi Asupan Lemak dan Kalori Bantu Jaga Kesehatan Otak

SWARNANEWS.CO.ID, Jakarta | Sebuah penelitian menunjukkan diet rendah lemak dapat membantu menjaga kesehatan sel-sel otak dari proses penuaan. Studi itu juga menyebut pola makan rendah lemak lebih efektif menjaga sel otak daripada berolahraga.

Studi yang dilakukan oleh ilmuwan dari University Medical Centre Groningen di Belanda ini juga mengungkap makin sedikit kalori yang masuk ke dalam tubuh maka inflamasi sel otak akan semakin tereduksi. Hal tersebut dibuktikan lewat percobaan pada otak tikus putih. Selain itu, kesehatan jaringan otak juga lebih terjaga.

Dilansir dari Indy 100, penelitian ini sudah dipublikasikan di jurnal Frontiers in Molecular Neuroscience. Para ilmuwan secara spesifik mengamati bagian yang disebut sel mikroglia. Sel mikroglia bertugas menjaga otak agar bekerja sebagaimana mestinya.

“Obesitas dan penuaan adalah gejala yang umum ditemui di masyarakat dan angkanya semakin meningkat di seluruh dunia. Tapi dampaknya terhadap sistem syaraf belum dipahami dengan baik. Kami menemukan jika ternyata diet lemak yang dikombinasikan dengan olahraga dan pola makan sehat, berpengaruh terhadap sel mikroglia tikus,” kata Bart Eggen selaku ketua tim peneliti dalam PsyBlog.

Inflamasi pada sel-sel otak berkorelasi dengan sejumlah penyakit di antaranya sklerosis, Rasmussen’s encephalitis, dan demensia. Adanya temuan studi ini adalah informasi penting sebagai panduan mencegah penurunan kerja otak.

Akan tetapi ada yang harus diperhatikan dalam proses penelitian tersebut. Tikus-tikus yang menjadi obyek penelitian menjalani diet rendah lemak sepanjang hidupnya. Tikus-tikus itu sudah diberi perlakuan diet sejak berusia enam bulan dan diteliti bagaimana efeknya terhadap otak mereka.

Hasilnya dibandingkan dengan kondisi otak tikus-tikus yang rajin berlari di roda putar. Selain itu, masih belum diketahui apakah diet rendah lemak bisa memberikan efek yang sama bagi mereka yang sebelumnya pernah melakukan diet tinggi lemak.

“Efek baik terhadap otak diperoleh dari diet rendah lemak yang dikombinasikan dengan pembatasan asupan kalori. Jadi, sel mikroglia hanya akan lebih sehat apabila dua kombinasi diet tersebut dilakukan bersama-sama,” jelas Eggen.

editor : Sarono ps

sumber : republika.co.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait