Beras SS Banyuasin, Diduga Disabotase Oknum Tak Bertanggung Jawab

SWARNANEWS.CO.ID, BANYUASIN | Salah satu Program Bupati Banyuasin yang seharusnya diacungi jempol yakni bisa memproduksi beras dari hasil pertanian sendiri, namun program tersebut disabotase oknum-oknum tak bertanggung jawab. Dengan mengambil sebagian isi volume beras yang seharusnya 10kg menjadi 6-8kg/sak.

Beras berkualitas premium dan medium itu, diproduksi oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Banyuasin, Perusahaan Umum Daerah Sei Sembilang. Sebab, merupakan suatu kebanggaan bagi masyarakat Banyuasin karena sudah memproduksi beras sendiri.

Dikutip dari Instgram #banyuasinterkini, beras tersebut disabotase dengan cara disilet lalu ditempel lem. Modus pencurian beras di Banyuasin ini, seperti timbangan dikurangi. Camat Kecamatan Rantau Bayur, angkat bicara terkait adanya dugaan pengurangan timbangan beras yang terima oleh ASN di Kecamatan Rantau Bayur tersebut.

Camat Rantau Bayur, Syaiful Azwar, menegaskan, tidak ada pengurangan timbangan beras. Akan tetapi terjadi pencurian beras yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab alias pencuri beras.

“Bukan pengurangan timbangan, tetapi ada dugaan pencurian beras yang dilakukan oleh oknum, sampai sekarang masih diselidiki,” Ujarnya, Kamis,(11/3/2021) saat konfirmasi via telpon.

Syaiful melanjutkan, yang menjadi penyebab dugaan adanya pencurian beras, dikarenakan beras yang kembalikan terdapat bekas robekan silet yang kemudian dilem kembali menggunakan lem. Untuk dugaan saat ini pengurangan timbangan, akan tetapi setelah kami teliti ternyata ada sesetan silet yang dilem menggunakan lem Aibon.

Karung dibuka kemudian dilem lagi, jadi bukan pengurangan timbangan, tetapi ada oknum pencurian beras di Rantau Bayur,” ungkapnya.

Dijelaskan Camat lagi, Beras Sembilang yang diterima PNS di kantor camat Rantau Bayur, berdasarkan bukti dan fakta bukan kurang timbangan tapi diduga asumsi (praduga tak bersalah), telah dilakukan pencurian oleh oknum dengan bukti setelah dikonfirmasi pihak Sembilang karung beras dibuka lebih kurang 3 jari lalu di lem aibon kembali,” ungkapnya. (*)

Teks : Nasir
Editor : Maya

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait