Berikut Klarifikasi Kepala SMP N 5 Lahat Terkait Dugaan “Kutip” Uang Sertifikasi Guru

SWARNANEWS.CO.ID.LAHAT I Seperti yang dilansir dari beberapa media terkait dugaan “Kutip” uang sertifikasi guru yang dilakukan oleh pihak Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP N) 5 Lahat beberapa hari lalu, mendapat  klarifikasi langsung dari pihak SMP N 5 Lahat.

Dalam keterangannya, Kepala SMP N 5 Lahat Abdul Rahim,S.Pd melalui Wakil Bidang Humas Yulia Sari, didampingi Wakil Bidang Kesiswaan Suparjo,M.Pd menyampaikan bahwa, yang dimaksud disana adalah sumbangan sukarela yang tidak ditentukan waktunya.

Dijelaskannya juga, guru sertifikasi dalam satu tahunnya menerima pembayaran gaji sertifikasi sebanyak empat kali pencairan, didalam setiap percairan tersebut kadangkala guru yang menerima tidak memberikan sumbangan.

“Sumbangan yang diberikan bukan untuk pribadi, namun untuk keperluan pengurusan kelengkapan berkas sertifikasi,” tambahnya.

Menurutnya, pengurusan kelengkapan berkas sertifikasi sama sekali tidak ditanggung oleh sekolah, namun ditanggung oleh pribadi penerima sertifikasi.

Ia juga menyampaikan bahwa, kalau pun ada yang mau silahkan untuk menyumbang, kalaupun tidak mau pihaknya juga tidak memaksakan, sebab ini adalah sumbangan keikhlasan untuk keperluan bersama.

Selain itu, salah satu guru SMP N 5 Lahat (guru sertifikasi. Red) berinisial Y menerangkan bahwa benar itu sumbangan untuk mengurus kelengkapan berkas pencairan pembayaran dana atau gaji sertifikasi.

ia juga telah memberikan keterangan kepada pihak inspektorat, terkait sumbangan untuk mengurus kelengkapan berkas pencairan sertifikasi.

“Kami telah dipanggil untuk ditelaah oleh inspektorat Lahat terkait masalah ini. Sekali lagi, kami tegaskan bahwa sumbangan itu dari kita dan untuk kita, uang itu digunakan untuk mengurus kelengkapan berkas,” jelas Y.

Terpisah, Inspektur Inspektorat Kabupaten Lahat Yunisa Rahman melalui Tim Irbansus Denny Efendi,S.Pt,.M.Si membenarkan bahwa pihaknya telah menelaah 5 (lima) orang guru dan hasilnya telah dikirimkan ke Kemendikbudristek dengan nomor 700/771/inspektorat/2022.

Dasar penelaahan guru tersebut yakni, pihaknya mendapat surat langsung dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi (Itjen Kemendikbudristek) meminta telaah atas masalah ini.

“Sudah kami telaah, dan hasilnya telah dikirimkan ke pihak Itjen Kemendikbudristek, karena itu permintaan dari sana (Itjen Kemendikbudristek.Red) maka hasil telaahnya kami kirimkan ke Kemendikbudristek,” jelasnya.

Terkait tindaklanjutnya, tambah Denny, diserahkan kembali kepada Kemedikbudristek karena mereka hanya meminta telaah atas Kebenarannya. Hasilnyapun telah  diberikan kembali ke Kemendikbudristek.

“Saya telah menyampaikan kepada mereka agar tidak mengulangi hal yang sama, jikapun ada sumbangan alangkah baiknya berkoordinasi dulu dengan Diknas, boleh atau tidak aturannya,” pungkasnya.

Teks: Jumra
Editor: Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait