Bumdes Semambu Makmur Mencacah Sampah Meraup Rupiah

SWARNANEWS.CO.ID, OGAN ILIR |  Pria setengah baya itu masih asyik melakukan perbaikan mesin saat Swarnanews bertandang di tempat usahanya. Agaknya ada beberapa bagian mesin yang harus dia servis. Mesin itu ternyata mesin pencacah sampah plastik milik Bumdes Desa Pulau Semambu Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Sumsel. Pria itu ternyata Direktur Bumdes setempat bernama Fait Muzamil ST.

Saat dibincangi Swarnanews dia mengemukakan mesin itu memulai operasional sejak November 2020 lalu.

Fait Muzamil ST Direktur Bumdes Desa Pulau Ssmambu di lokasi mesin pencacah sampah plastik.

Sedangkan pengelola dia dibantu Abdul Gofur SP yang juga bertindak selaku Bendahara Bumdes. Mereka masih dibantu beberapa warga desa dalam menjalankan usaha itu. Sebagai bukti keseriusan dan kerjakeras itu mesin yang dibeli dari Kota Malang seharga Rp30 juta itu berproduksi pertama kali tanggal 22 November 2020 lalu.

Menurut Fait yang didampingi istrinya Lilik Rustiantini ada 34 jenis pilahan sampah plastik berdasarkan jenis dan warna yang mereka cacah mempergunakan mesin itu. Abdul Gofur yang sarjana pertanian lulusan Universitas Negeri Padang itu tampak tekun membantu Fait yang lulusan Teknik Mesin Produksi Universitas Darul Ulum Jombang Jawa Timur.

Di sebelah mesin yang mereka operasionalkan terdapat gudang yang menampung berton ton sampah plastik.

Sedangkan bahan sampah plastik yang mereka olah dibeli dari para lapak yang ada di Indralaya khususnya maupun OI pada umumnya dengan harga Rp3.500 perkilogram.

Fait menambahkan sampah-sampah plastik itulah yang kemudian mereka cacah kemudian dijual ke pabrik bijih plastik di Palembang dengan harga bisa mencapai Rp10ribu perkilogram.
“Itulah nilai tambah atau margin keuntungan yang kami dapat dari mesin itu, ” ujar pria yang tinggal di Pulau Semambu sejak 2006 lalu.

Sebagai pengelola Bumdes dia mengaku mendapat dukungan penuh dalam pengelolaan usaha itu dari M Tarzan kades setempat.

Sampah plastik yang siap sortir untuk dicacah.

Sedangkan obsesinya untuk mengelola itu setelah sebelumnya lebih banyak mendidik anak anak dalam pengajian. Dia ingin memberikan manfaat bagi sebagian besar warga desa. Keberadaan mesin itu juga menjadikan sampah rumah tangga warga jadi bernilai ekonomi. Di samping itu menjadi lapangan kerja bagi yang masih nganggur karena bisa menjadi penyortir plastik dan lainnya.
Sedangkan filosofi hidupnya dengan membantu urusan orang banyak maka urusan keluarganya juga terbantu oleh orang banyak.

Baik Fait maupun Ghofur optimis usaha itu bagus prospeknya. Sebab selama masih ada kehidupan maka sampah plastik masih tersedia.

Saat ini kapasitas produksi mesin yang mereka miliki bisa mencapai 700 kilogram sampai 1 ton perhari.

Dalam pengembangannya pihaknya akan menggalakan bank sampah di rumah rumah warga. Untuk pengolahannya selain mesin pencacah tersebut Fait dan Ghofur juga merancang mesin pengering sendiri. Saat ini mesin tersebut dioperasionakan di balai pertemuan desa.

Seiring dengan aktivitas itu mereka optimjs usaha itu akan meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan ribuan warga yang tinggal di Pulau Semambu.

Foto: Lilik Rustiantini
Teks/Editor: Sarono PS

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait