Bupati Banyuasin Kunjungi Balasan Ke Pertamina RU III Sei Gerong

SWARNANEWS.CO.ID, BANYUASIN | Bupati Banyuasin Askolani, berkunjung ke PT Pertamina (Persero) RU III Sei Gerong Palembang. Kedatangan orang nomor satu di Banyuasin tersebut. Disambut langsung oleh General Manager PT. Pertamina (Persero) RU III Palembang, Mochammad Hasan Efendi beserta jajarannya.

Dalam pertemuan yang berlangsung santai, Bupati Banyuasin siap mendukung PT. Pertamina yang akan membangun kilang baru Green Refinary. Kilang minyak berbahan baku CPO di lahan seluas 30 hektar. Dengan membantu proses perizinan dan Amdal.

Dan sebaliknya Bupati juga meminta dukungan PT Pertamina dalam ikut membangun Bumi Sedulang Setudung Banyuasin, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Kunjungan ini, dalam rangka kunjungan balasan yang mana sebelumnya General Manager, PT. Pertamina (Persero) RU III Palembang Mochammad Hasan Efendi beserta jajarannya, telah berkunjung ke Rumah Dinas Bupati Banyuasin di Kota Pangkalan Balai.
Jalan Sekojo

Mochammad Hasan Efendi menyampaikan rencana PT. Pertamina yang akan membangun kilang baru Green Refinary, kilang minyak berbahan baku CPO di lahan seluas 30 hektar.

“Kami minta izin untuk land clearing walaupun Amdal masih dalam proses, kami siap mendukung pembangunan Banyuasin melalui CSR yang kami miliki,” katanya.

“Mengenai penggunaan lahan yang dipinjam Pemerintah Kabupaten Banyuasin untuk fasilitas Umum seperti Kantor Camat, Sekolah dan lainnya, saat ini sedang diproses di Pertamina Pusat,” kata Hasan Efendi, Kamis (28/01/2021)

Bupati Askolani mengatakan, Pemerintah Kabupaten Banyuasin pada prinsipnya dapat menyetujui dengan catatan segera masukkan dokumen untuk permohonan rencana. PT. Pertamina yang akan membangun kilang baru Green Refinary, kilang minyak berbahan baku CPO di lahan seluas 30 hektar tersebut.

Bupati Askolani meminta dukungan PT Pertamina dalam ikut membangun Bumi Sedulang Setudung Banyuasin melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Saya berharap jembatan di Sungai Gerong ini permintaan masyarakat kiranya bisa dibangun karena arealnya di lahan milik PT Pertamina, Untuk ikut melaksanakan program bedah rumah tidak layak huni,” katanya.

Bupati juga minta PT Pertamina ikut berpartisipasi membangun bungalow (Home Stay) di TN Sembilang, dalam rangka mendukung pariwisata.

“Saya berharap Pertamina ada program kemitraan terhadap petani padi dan masyarakat untuk UMKM. Pertamina harus punya kawasan pertanian binaan (kelompok tani), misalnya 100 hektar untuk menunjukkan dukungannya atas program Banyuasin sebagai lumbung pangan nasional/petani bangkit,” katanya.

Dikatakan Bupati Askolani, dengan segala persoalan, APBD Kabupaten Banyuasin tidak akan mampu membangun Banyuasin sesuai dengan keinginan masyarakat. Dengan keterbatasan itu, maka pihaknya membuat skema pembiayaan di samping APBD Kabupaten yakni APBN, APBD Provinsi, Pinjaman Daerah, PEN hingga memaksimalkan peran perusahaan melalui CSR.

“PAD kita sudah sangat tinggi sejak tahun 2019 lalu target Rp 161.032.233.597,15 realisasi Rp 200.616.348.310,39. Sedangkan PAD 2020 target Rp 229.786.620.409,43 realisasi Rp 196.940.432.338,8. Namun tidaklah cukup, maka kita gunakan skema pembiayaan lain seperti CSR ini. Dan alhamdulillah PT Pertamina sangat respon dan siap membantu Pemkab Banyuasin dalam membangun daerah kita,” tegasnya.

GM Pertamina Mochammad Hasan Efendi mengatakan, pada prinsipnya pihaknya sangat mendukung apa yang diinginkan Bupati Banyuasin tersebut dan akan mengkoordinasikan dengan managemen PT. Pertamina.

“Untuk jembatan Sei Gerong akan segera kami bangun, untuk bedah rumah akan kami koordinasikan dengan managemen, untuk membangun Bungalow prinsipnya kami setuju, tandasnya. (*)

Teks : Nasir
Editor : Maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait