Bupati Banyuasin Kunjungi Pabrik Beras RMP

SWARNANEW.CO.ID, BANYUASIN | Bupati Banyuasin Askolani, mengunjungi Rice Miling Plant (RMP), Pabrik Pengolahan Beras Mulia Sejahtera KTM Desa Mulya Sari, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin.

Turut serta dalam kegiatan ini yakni Direktur BUMD Sei Sembilang Ardiansyah, Kepala Bappeda Litbang Kosarudin, Kadisnaketran Noor Yosept, Kadis Pertanian Zainudin, Plt Kadis Ketahanan Pangan Romlah, Kadis Koperindag Erwin Ibrahim, Kadis Perkebunan dan Peternakan Idil Fitri dan Kepala BPBD Alpian Sholeh, Selasa (29/12/2020).

Pabrik ini menjadi salah satu tempat pengelolaan Gabah Kering Giling (GKG) menjadi beras, dari petani Kabupaten Banyuasin. Yang kemudian dikemas menjadi beras Sedulang Setudung yang dikelola oleh BUMD Sei Sembilang Kabupaten Banyuasin.

RMP milik masyarakat di Kecamatan Muara Telang dan Kecamatan penghasil Gabah Kering Giling lainnya, juga dikoordinir sebagai penyuplai beras untuk dikemas menjadi Beras Sedulang Setudung yang sudah di launching oleh Bupati Askolani dan Wabup Slamet.

Sejauh ini, Beras Sedulang Setudung sudah mampu memenuhi pesanan khusus untuk memenuhi kebutuhan beras sekitar 5000 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Banyuasin.

”Saya mengunjungi RMP Mulia Sejahtera KTM Desa Mulya Sari Kecamatan Tanjung Lago ini, untuk memastikan bahwa beras Sedulang Setudung yang sudah di Lauching adalah beras hasil petani Kabupaten Banyuasin,” tegas Bupati Askolani.

Tidak hanya di RMP Mulia Sejahtera KTM Desa Mulya Sari saja, terang Bupati, namun stok beras juga dihimpun oleh BUMD Sei Sembilang dari pabrik-pabrik RMP milik petani di Kecamatan Muara Telang dan Sejumlah Kecamatan lainnya. Tujuan kita membuat brand beras Sedulang Setudung ini untuk mendongkrak penghasilan para petani di Banyuasin agar lebih baik dan lebih sejahtera. “Maka kita pastikan beras Sedulang Setudung ini bahan bakunya dari padi hasil panen petani Banyuasin,” tutur dia.

Dikatakan Bupati Askolani, dari segi stok Gabah Kering Giling, Banyuasin tidak kekurangan. Maka ke depan agar lebih maksimal pihaknya akan merevitalisasi pabrik RMP Mulia Sari ini agar produksinya semakin baik.

”Saya berharap RMP Mulia Sari ini, gudang penampungan GKG berkapasitas 300 ton. Sedangkan pabriknya mampu memproduksi 20 ton perhari. Kapasitas Produksi Dryer pengeringan 9-10 ton/produksi, giling input 2-3 ton perjam dan giling output 4-5 ton perjam, ” terang dia.

Ke depan, lanjut Bupati Inovasi 2019 ini, pihaknya akan mengontrol arus produksi hasil panen petani agar tidak dijual keluar Kabupaten Banyuasin. Maka konsepnya kegiatan petani harus diperhatikan mulai dari modal, proses tanam, pemupukan hingga panen. Bahkan Pemkab Banyuasin melalui BUMD Sei Sembilang akan berusaha maksimal akan membeli GKG hasil panen para petani dan disimpang di lumbung-lumbung sebelum di pabrik menjadi beras.

“Untuk merubah proses bayar setelah panen (Yarnen) yang selama ini terjadi tidaklah mudah. Namun ini menjadi tantangan kita dan harus bisa. Dan dirinya optimis petani akan mendukung karena mereka akan lebih terhormat dengan hadirnya brand beras Sedulang Setudung kualitas medium dan premium, yang merupakan hasil panen mereka,” kata dia.

Direktur BUMD Sei Sembilang Ardiansyah, menegaskan bahwa masyarakat Kabupaten Banyuasin harus bangga memiliki pemimpin seperti Bupati Banyuasin Askolani dan Wabup Slamet yang sangat jelas memiliki komitmen kuat untuk membangkit petani dengan membuat brand beras Sedulang Setudung.

“Hadirnya brand Beras Sedulang Setudung ini. Tujuannya tidak lain untuk menjawab spekulasi selama ini bahwa Banyuasin penghasil Gabah terbesar tapi beras dikuasai Provinsi lain, tidak punya merek beras yang bisa dibanggakan. Dengan visi yang jelas Pak Bupati dan Pak Wabup berani melakukan terobosan ini demi kesejahteraan para petani,” tukas dia. (*)

Teks : Nasir
Editor : Maya

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait