Bus Sriwijaya Terjun Bebas di Likuan Lematang Indah

SWARNANEWS.CO.ID, PAGARALAM | Bus Sriwijaya jurusan Bengkulu-Palembang terjun bebas setinggi 150 m kedasar Sungai Lematang Indah Pagaralam, Senin (23/12/2019) malam.

Peristiwa ini terjadi sekira pukul 23.00 wib di Likuan Lematang Indah Kota Pagaralam. Bus yang belum diketahui nomor polisinya karena terendam air, rencananya akan bertolak ke Kota Palembang dari Kota Bengkulu dengan prakiraan membawa penumpang sekitar 50 orang.

Namun naas sesampai di Likuan Lematang Indah Kota Pagaralam, Bus tersebut tiba-tiba tak terkendali menabrak dinding pembatas jalan yang baru saja dibangun dan langsung terjun kedasar sungai sedalam kurang lebih 150 meter dari badan jalan raya.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Badan SAR, BPBD, Polres Pagaralam, Badan Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dishub dan Tagana Pagaralam langsung melakukan evakuasi korban.

Lokasi yang sangat terjal ditambah minimnya penerangan dan arus sungai lematang cukup deras membuat tim penyelamat mengalami sedikit kesulitan mengevakuasi korban.

Tim gabungan harus menyelam kedalam sungai untuk mencari korban di dalam Bus lalu dikeluarkan dan diangkut menggunakan Ban Dalam yang diikat dengan tali agar sampai ketepi sungai.

Hasil pantauan dilapangan, sejak kejadian hingga pukul 05.00 Wib baru sekitar 22 orang penumpang yang dapat dievakuasi terdiri dari 9 orang meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka-luka. Semua korban saat ini telah dilarikan ke RSUD Besemah Pagaralam.

Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara, S. Ik,  MH saat dimintai keterangan di lokasi kejadian menyampaikan bahwa sesaat setelah kita mendapat laporan adanya lakalantas Bus Sriwijaya tujuan Palembang di Likuan Lematang. “Saya langsung turun kelapangan dan memerintahkan para Kapolsek untuk terjun ke tkp membawa anggotanya  masing-masing  guna membantu evakuasi korban,” jelasnya.

Dilokasi kejadian tampak hadir Kapolsek Dempo Selatan, Kapolsek Dempo Tengah, Kapolsek Pagaralam Utara, Kepala Satuan Polpp Pagaralam dan Kabid Operasional Dinas Perhubungan.

Saat ini lanjut Kapolres, kita belum mengetahui berapa jumlah pastinya penumpang yang dibawa oleh bus tersebut.

“Namun prakiraan sementara berkisar 50 orang. Sedangkan penyebabnya belum bisa kita simpulkan dan masih perlu pendalaman. Sekarang kita fokus evakuasi korban dulu,” ujarnya.

Sementara itu Ridwan (48) salah satu penumpang yang selamat saat diwawancara di ruang bedah RSUD Besemah menjelaskan bahwa ia berangkat dari terminal pasar minggu Kota Bengkulu sekitar pukul 14.00 Wib. Penumpang yang berangkat dari loket diperkirakan sebanyak 25 orang, lalu beberapa kali bus berhenti karena ada penumpang dijalan, kalau ditotal seluruhnya mungkin sekitar 45 orang.

Sebelum kejadian, jelas Ridwan, sebenarnya sepanjang perjalanan  telah beberapa kali ban mobil bus yang ditumpanginya turun dari aspal jalan,  hingga akhirnya Didaerah Kabupaten Empat Lawang mobil tersebut terbenam di pinggir jalan dan harus dibantu tarik oleh mobil milik warga yang sedang melintas.

Saat kejadian ujar ridwan, saya sedang tertidur, tiba-tiba terbangun karena  suara jeritan penumpang dan setelah jatuh kedasar sungai kami langsung keluar dari bus melalui jendela serta kaca yang sudah pecah.

“Kami langsung teriak-teriak minta tolong selama kurang lebih 30 menit,  beruntung tim evakuasi segera datang dan kami bisa selamat,” ungkapnya.

Alhamdulillah saya sangat bersyukur masih diberi keselamatan oleh Allah Swt. Mungkin Allah masih sayang kepada saya tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan,  Tim sar gabungan masih berjibaku mengupayakan evakuasi korban yang diduga masih berada didalam bus dan hasil Pantauan di RSUD Besemah hingga pukul 06.30 WIB pagi ini sebanyak 20 orang korban meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka-luka telah berhasil di evakuasi dibawah kerumah sakit menggunakan ambulance.

Teks : Hairul Pansah
Editor : Sarono PS

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait