Cegah Stunting Melalui Germas

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Melalui Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dan pelayanan berkualitas, bidan sebagai garda kedepan dalam mengawal kesehatan Maternal Neonatal. Hal tersebut dikatakan ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Pusat, Dr Emi Murjasmi M.Kes usai acara Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) VIII Pengurus Daerah Bidan Indonesia Provinsi Sumsel, di Gedung Atyasa Convention Center, Palembang, Jumat (20/12/2019).

“Bidan sebagai sahabat perempuan untuk mengatasi permasalahan kesehatan reproduksi dengan acara asuhan, dukungan serta nasehat pada masa pra hamil, kondisi hamil, bersalin dan masa nipas,” katanya dalam sambutan.

Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya menyampaikan, bidan desa di Sumatera Selatan rata-rata sudah ada dan telah ditempatkan. Namun demikian perlu dibutuhkan peran dari Pemkab dan Pemkot dalam memberikan fasilitas kenyamanan bertugas ketika ditempatkan di desa-desa, hal ini kemungkinan yang diharapkan oleh bidan-bidan di desa.

“Tugas bidan itu untuk kemanusiaan dalam membantu masyarakat melahirkan di Sumsel. Diharapkan kedepan 100 persen ibu-ibu melahirkan sudah di bidan semua,” ungkapnya, usai membuka Musda VIII IBI Provinsi Sumsel.

“Kemudian, bisa terkontrol dalam mengawasi dimulai masa hamil pertumbuhan bayi itu tidak sunting ataupun kurang sehat. Sehingga menghambat pertumbuhan bayi tidak sesuai dengan standar yang diharapkan,” lanjutnya

Sementara itu, Ketua pengurus IBI Provinsi Sumsel, Hj Siti Aisyah M.Kes menjelaskan, bidan-bidan di Sumsel tidak perlu dikhawatirkan cuma aturannya bidan tidak boleh melakukan suatu kegiatan sebelum memiliki Surat Tanda Registrasi (STR).

“STR tidak bisa dibuat asal-asalan, karena ini ujian pendidikan kompetensi. Bagi yang habis masa waktunya silakan untuk di perpanjang karena masanya selama lima tahun dengan melengkapi 20 SKP yang wajib dimiliki masing-masing bidan,” urainya.

“Sesuai pesan Gubernur Sumsel, Herman Deru yakni bidan harus mengawal seluruh ibu-ibu hamil dengan memberikan asuhan 10 T, dengan harapan akan lahir bayi-bayi sehat dilahirkan oleh ibu hamil yang sehat, sehingga di usia 2 tahun tidak terkena stunting,” tuturnya.

Diketahui, jumlah bidan di Sumsel yang terdaftar memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) di IBI Sumsel mencapai 10.691 bidan. Sementara lainnya sedang dalam proses karena untuk menjadi bidan harus memiliki STR. Diharapkan setiap desa itu dimiliki dua orang bidan.

Teks : Iwan
Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait