CJH Pagaralam Tunggu Kabar Baik Dari Arab Saudi Untuk Kuota Keberangkatan Tahun 2021

SWARNANEWS.CO.ID PAGARALAM | Hal ini disampaikan dan dibenarkan oleh Kantor Kementerian Agama (Kakemenag) Kota Pagaralam, pihaknya mengaku bahwa hingga saat ini belum ada signal atau tanda-tanda Calon Jamaah Haji (CJH) bakal berangkat di tahun 2021 ini, menyusul belum dibukanya pelaksanaan ibadah haji oleh pemerintah Arab Saudi sejek tahun 2020 lau akibat pandemi Covid-19, Senin (3/5).

Kasi Pelaksanaan Haji dan Umrah Kakemenag Kota Pagaralam H.Silahudin mengatakan, bahwa hal ini juga berlaku tidak hanya buat bangsa Indonesia namun hampir ke seluruh negara yang ada di dunia.

“Pada dasarnya CJH ini adalah tamu bagi pemerihtah arab, dan jika diibaratkan lampu jalan, Merah, Kuning dan Hijau itu ada ditangan mereka, termasuk pelaksanaan haji yang sudah di perbolehkan atau tidak nya”, kata dia.

Kendati saat ini vaksinasi covid-19 sudah dilakukan, Silahudin mengungkapkan bahwa haji ini bukan masalah vaksin semata, karena banyak sistem dan akomodasi yang harus disiapkan oleh Pemerintah Arab Saudi saat pelaksanaan haji ditengah pandemi saat ini.

Dikatakan Silahudin, Kapasitas Hotel bila harus diisi 50 persen, begitu juga dengan Rumah Sakit yang kapasitas dan ruanganya juga hars sesuai dengan aturan kesehatan dan protokol kesehatan dunia, terlebih dengan sistem penerapan prokes di Muzdalifa yang merupakan tempat atau lautan manusia berkumpul.

“Ditambah kejadian Covid-19  di India saat ini, tentunya menjadi pertimbangan bagi Pemerintah Arab Saudi untuk membuka kembali pelaksanaan Ibdah haji,”ungkap dia.

Lebih lanjut dia menuturkan, tidak ada gejolak ataupun sebagainya terhadap CJH asal Kota Pagaralam khususnya, karena penundaan keberangkatan mereka, karena mayoritas CJH faham dan mengerti dengan apa yang terjadi di dunia saat ini, karena setiap manasik CJH juga selalu diyakinkan bahwa penundaan ini berlaku bagi seluruh CJH yang ada di Indonesia bahkan Negara lain.

“Yang jelas apapun yang menjadi keputusan Arab Saudi kita menerima, dan bilamana diberikan Kouta penuh atau 50-25 persen untuk berangkat kita juga siap,”pungkas dia.

Bahkan Alur pelaksanaan haji dimasa pandemi juga telah disampaikan kepada seluruh CJH, untuk segera di fahami dan di pelajari, demikian panduan ini kami sampaikan sebagai rujukan tambahan bagi CJH di kondisi saat pandemi melanda kini,”tutup Sila.

Teks : Septiansyah

Editor : Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait