Damri Palembang Operasikan Bus Secara Bertahap

SWARNANEWS.CO.ID-Palembang, 21/6 /2020 – Perum Damri Cabang Palembang mengoperasikan kembali beberapa rute Antar Kota Antar Provinsi dan Antar Kota Dalam Provinsi sejak sepekan terakhir dengan menyesuaikan aturan protokol kesehatan COVID-19.

Manajer Umum (GM) Damri Palembang, Ferdik Sakona di Palembang, Minggu, mengatakan telah memperjalankan kembali empat bus rute Palembang – Jakarta dan Palembang – Purworejo dengan penyesuaian tarif dampak pengurangan okupansi.

“Untuk Palembang – Jakarta saat ini Rp350.000 dan Palembang – Purworejo Rp450.000,” ujarnya.

Tarif tersebut terbilang naik cukup tinggi jika dibandingkan tarif sebelum adanya pandemi COVID-19, yakni Rp225.000 Palembang-Jakarta (kelas bisns ac + rs) dan Rp350.000 Palembang-Purworejo (kelas bisns ac + rs).

Menurut dia kenaikan tarif dirasa perlu karena okupansi bus yang diizinkan 70 persen, meskipun sebenarnya kondisi riil okupansi bus dari terminal Damri Palembang hanya 30 – 40 persen, pihaknya sendiri masih memilih pemenuhan okupansi cukup 50 persen.

Selain bus AKAP, Damri Palembang juga telah mengirim kembali bus AKDP agar bisa mengangkut penumpang dari Sekayu, Pematang Panggang dan Tanjung Enim ke Kota Palembang juga dengan kenaikan tarif rata-rata Rp5.000.

“Karena Kota Palembang sudah masuk zona oranye maka kami kirim bus untuk membantu masyarakat di kabupaten/kota walau operasinya masih terbatas,” jelasnya.

Ia mengingatkan kepada calon penumpang harus membawa identitas KTP dan surat keterangan sehat, atau bila perlu surat keterangan negatif COVID-19 agar bisa mendapatkan kursi.

Selama beroperasi di masa pandemi, Damri Palembang menjalankan protokol kesehatan berupa aturan wajib menggunakan masker bagi sopir dan penumpang serta wajib menjaga jarak antarpenumpang.

Selain itu pihaknya menyediakan cairan antiseptik di dalam bus, menyemprotkan bus dengan cairan disinfektan sebelum berangkat dan saat tiba di terminal, dan menyediakan tempat cuci tangan di Terminal Pool Damri KM 9,5 Palembang.

“Jika melihat situasi saat ini maka mungkin seluruh rute akan beroperasi penuh pada minggu kedua Juli 2020,” kata Ferdik.

Teks/Editor : Antara/Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait