Desa Semangus Blank Spot, Butuh Perhatian Serius dari Pemerintah

SWARNANEWS.CO.ID, PALI| Masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terutama yang berada di Desa Semangus Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) hingga kini belum merasakan layanan maksimal dari provider telekomunikasi.

Sebab, wilayah terluar bagian barat Bumi Setepat Serasan ini masih meraskan kesulitan untuk melakukan komunikasi menggunakan telepon seluler, lantaran minimnya jaringan atas sinyal provider diwilayah tersebut, Senin (12/04/21).

Hal ini membuat masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut harus mencari dataran tinggi atau menggunakan antena penangkap sinyal untuk dapat menangkap jaringan GSM maupun layanan data untuk akses internet.

Salah satu lokasi di desa tersebut yang kerap dijadikan tempat mencari sinyal yaitu di tebing cinta (sebutan warga). Dimana lokasi itu berada di pangkal desa dan merupakan dataran tertinggi serta sinyal provider disana cukup stabil.

“Kemajuan teknologi masih belum merata dirasakan masyarakat PALI, jadi kami harapkan Pemkab PALI ataupun pihak terkait dapat memperhatikan desa kami ini, meskipun terletak di perbatasan,” jelas Prans (28) salah satu warga Desa Semangus.

Selain itu, dirinya juga menjelaskan bahwa hanya satu lokasi yang menjadi tempat untuk mencari sinyal provider, dimana lokasi itupun jarang sepi meskipun hingga larut malam.

“Jadi ditempat kami ini ada lokasi yang dinamakan tebing cinta, dimana tempat masyarakat untuk mencari sinyal baik itu untuk menelpon, mengakses internet dan membuka sosial media lainnya,” imbuhnya.

Kendati demikian, lanjut Prans, masih ada solusi lain untuk mendapatkan sinyal provider diwilayahnya tersebut, yaitu dengan menggunakan antena penangkap sinyal yang dihubungkan dengan handphone.

“Kendalanya memakai antena itu harus tinggi, sekitar belasan meter baru dapat sinyal, karena tiang antena terbuat dari bambu sehingga mudah lapuk dan patah,” bebernya.

Hal tersebut dibenarkan oleh kepala Desa Semangus, Ujang Suyadi, meskipun pihaknya telah beberapa kali mengajukan proposal dan meminta bantuan kepada pemerintah untuk mencarikan solusi agar wilayah desanya tidak blank sinyal.

“Dari Pemerintaha Desa dahulu pernah meminta juga untuk pembangunan tower, hingga kinipun diberbagai kesempatan kami sering meminta atau menyampaikan untuk solusi agar diwilayah Desa Semangus ini ada sinyal, namun masih belum ada tanggapannya, terakhir pada kunjungan Gubernur akhir tahun 2020 lalu,” jelas Ujang.

Dirinya, sangat berharap agar pihak terkait dapat segera untuk memberikan solusi agar sinyal provider di Desa Semangus stabil.

“Apalagi saat ini pemerintah menjadikan wilayah Semangus menjadi jalur perlitasan alternatif menuju Kota Lubuk Linggau, jadi kalau ada masyarakat dari luar belum pernah melintas tidak kawatir lagi menyasar dari map karena tidak ada sinyal,” pungkasnya.

Teks: Sangkut
Editor: Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait