Diknas Kota Pagaralam Musnahkan 186 Blanko Ijazah

SWARNANEWS.CO.ID, PAGARALAM | Sebanyak 186 lembar blanko ijazah mulai dari tingkat SD hingga SMP Kota Pagaralam tahun pelajaran 2019-2020 dilakukan pemusnahan. Pemusnahan dilakukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pagaralam, H Cholmin Heryadi SPd MPd dan Sekretaris, Amrullah SPd, bertempat di Ruang Kerja Kepala Disdikbud Kota Pagaralam.

Sebelum pemusnahan ratusan blanko ijazah tingkat SD dan SMP ini, Kepala Disdikbud, Sekretaris dan Saksi melakukan penandatanganan berita acara.

Setelah itu baru dilakukan upaya pemusnahan, dengan cara menggunakan mesin pencacah kertas, secara satu per satu lembaran Blanko Ijazah dimusnahkan. Setelah dicacah, lembaran Blanko yang telah menjadi potongan kecil ini baru kemudian dibakar.

Kepala Disdikbud Kota Pagaralam, H Cholmin Heryadi SPd MPd mengatakan, dalam pemusnahan Blanko Ijazah tingkat SD dan SMP ini, setidaknya terdapat 186 lembar blanko yang terdiri dari 129 blanko ijazah SD dan 57 blanko ijazah SMP untuk tahun pelajaran 2019-2020.

“Penghapusan ratusan lembar blanko ijazah SD dan SMP ini, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, yang dapat digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” ucap Cholmin.

Maka sehubungan dengan hal tersebut, terang Cholmin, pada pelaksanaan pemusnahan Blanko Ijazah, dianggap waktu yang paling tepat, karena setelah 6 bulan tidak ada lagi permintaan, baik itu permintaan pergantian Blanko Ijazah atau kekurangan blanko ijazah.

“Jadi untuk pemusnahan blanko ijazah ini ada jeda waktunya, karena kita kan tunggu dahulu dari pihak sekolah, ada atau tidak yang kekurangan blanko ijazah. Begitupula ada atau tidak di dalam penulisan ijazah itu yang salah, begitu telah kita tunggu selama 6 bulan tidak ada permintaan itu, maka dilakukan pemusnahan,” kata dia.

Ditambahkan Cholmin, setiap tahunnya juga akan dilakukan hal semacam ini, sebab bila sudah 6 bulan tak ada lagi permintaan blanko ijazah, maka sisanya akan dilakukan pemusnahan yang tentunya akan dilakukan terlebih dahulu penandatanganan berita acara pemusnahan blanko ijazah.

“Harapan kita dengan giat pemusnahan blanko ijazah ini, pertama bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kedua, apabila dikemudian hari ada siswa yang ijazahnya mungkin rusak karena terbakar, kita tidak bisa mengadakan pergantian, melainkan hanya bisa diberikan surat keterangan,” cetusnya.

Teks : Reri Alfian
Editor : Sarono PS

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait