Dinas Perkim Terkesan Alergi Dengan Awak Media

SWARNANEWSMCO.ID, PALI| Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman kabupaten PALI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terkesan alergi dan tidak mau bersahabat dengan wartawan.

Hal ini dibuktikan ketika awak media hendak konfirmasi untuk kepentingan suatu pemberitaan terkait pintu gerbang perbatasan PALI – Muara Enim yang terletak di wilayah Desa Talang Bulang.

“Kami sudah dua hari berturut-turut mau ketemu kepala dinas perkim guna konfirmasi terkait berita, namun sangat disayangkan Kadis Perkim tidak bisa ditemui,” Ujar Edy salah satu wartawan online sarana informasi.com, pada Selasa (4/5/2021).

Edy menjelaskan, Pada hari Senin, awak media datang ke Kantor Dinas Perkim, namun menurut dari keterangan Satpol-PP PP yang jaga, kadin lagi rapat, dan selanjutnya kadin keluar tak tau kemana.

Sementara lanjutnya, Sekdin perkim saat di mintai tanggapan melalui Pesan WhatsApp, beliau minta awak media datang ke kantor perkim pada hari Selasa, para pemburu berita ini pun memenuhi jadwal itu dan menunggu.

” Namun pada hari yang dimaksud, setelah awak media mengisi buku tamu dan Menunggu, tiba-tiba kadin keluar kantor tanpa pedulikan sejumlah awak media,” kata Edy menjelaskan.

Dia menambahkan, adapun maksud awak media mau bertemu dengan kepala dinas perkim, untuk konfirmasi berita Pembangunan Gerbang batas wilayah daerah PALI – Muara Enim yang hampir memasuki selesai.

Sebelumnya diberitakan oleh salah satu media online lokal PALI, bahwa pengerjaan gerbang perbatasan dikerjakan secara bertahap seolah-olah dana yang digunakan bertahap pula.

Padahal, sejak diterbitkannya kontrak pada bulan Juli 2020 lalu hanya 120 hari kalender. Namun, hingga akhir Desember 2020 pengerjaan proyek tersebut terkesan tidak kunjung selesai hanya dibangun dua tiang disisi jalan.

Gerbang batas yang hampir menelan dana 2 Miliar itu dilanjutkan kembali pada awal April 2021. Dengan memasang kerangka besi penyangga di atas, ujar M Ikbal Sk POK LSM PMP, Sabtu (1/5/2021).

Ikbal juga mengatakan, proyek tersebut tidak sesuai dan tidak menggambarkan kesejahteraan bagi masyarakat, terkesan hanya menghamburkan uang rakyat, dia menduga ada indikasi pembebasan lahan secara diam-diam sehingga terjadi terhambatnya pembangunan itu.

“Dari awal pengerjaan hingga habis masa yang ditentukan sudah tidak beres, dan kembali dikerjakan lagi pada awal April 2021 hanya memasang besi penyangga di atas,” Ujarnya lagi.

Ketua DPRD PALI H Asri Ag saat dibincangi media ini mengatakan, kami melihat gerbang tersebut sudah selesai. Mungkin karena atasnya berbentuk kerangka besi kelihatan seperti tajak, cetusnya.

Disinggung soal pembebasan lahan taman area untuk gerbang, Asri menegaskan, itu teknisnya Ketata pemerintahan atau dinas terkait Perkim, yang penting fungsi kami DPRD PALI pengawasan anggaran apakah itu terlaksana atau tidak, tutupnya.

Menurut Kades Talang Bulang Menriadi, gerbang tersebut sudah selesai dalam pengerjaannya, hanya saja untuk taman area terkendala pembebasan lahan, kemungkinan lahan untuk taman area tidak cukup sehingga perlu tambahan lahan, ujar Kades melalui sambungan telepon denga tim media ini.

Teks: Sangkut
Editor: Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait