Dinkes Palembang Bagi-bagi Iwak Tempalo. Tak Disangka Ini Manfaatnya !

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG Memasuki musim hujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang menghimbau agar masyarakat mewaspadai wabah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Untuk itu, Dinkes Kota Palembang membagikan bio larvasida dan ikan tempalo kepada masyarakat Kota Palembang.

Selain itu, Dinkes juga terus menggalakkan adannya Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di masing-masing rumah.

Kepala Dinkes Kota Palembang, Letizia mengatakan, pihaknya terus mendorong agar setiap rumah punya satu kader jumantik.

Karena orang dari luar tidak bisa masuk ke tempat privat seperti kamar mandi, bagian atap, atau tempat lainnya.

Orang dalam rumahlah yang harus jadi pionir.

Plt Kadinkes Kota Palembang dr Hj Letizia MKes

“Selain menggalakkan satu rumah satu jumantik, permasalahan jentik juga perlu diwaspadai karena dari situlah awal timbulnya nyamuk penyebab demam berdarah.

Kami juga sudah membagikan bio larvasida kepada masyarakat melalui puskesmas.

Jadi sekarang bubuk abate kita ganti dengan biolarvasida ini, karena dianggap lebih efektif membunuh jentik-jentik nyamuk penyebab DBD.

Kami juga membagikan ikan tempalo agar di masing-masing rumah itu benar-benar bersih dari jentik nyamuk,” ujarnya.

Letizia mengatakan untuk mengatasi DBD ini, masyarakat juga harus membiasakan diri melakukan aksi 3M plus.

“Program 3M Plus, yakni Menguras, Menutup dan Mendaur ulang masih tetap berlaku dalam kasus ini.

Melipat baju-baju yang bergantungan pun perlu dilakukan mengingat itu menjadi sarang nyamuk di sana.

Terlebih lagi yang berada di ruangan yang gelap.

Permasalahan jentik juga perlu diwaspadai karena dari situlah awal timbulnya nyamuk penyebab demam berdarah,” ungkapnya.

Letizia mengatakan, tahun-tahun sebelumnya memang tidak ada kasus yang tergolong Kejadian Luar Biasa (KLB) di Palembang, meskipun demikian harus tetap diwaspadai.

Pihaknya mengharapkan tahun ini jumlah penderita DBD ini menurun, karena adanya upaya penanggulangan DBD lebih awal, tingkat kegawatannya dapat ditekan, sehingga angka rawat inap akibat penyakit DBD dapat diperkirakan menurun

 

editor : Sarono ps

sumber : palembang.tribunsumsel.com

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait